NARASIDEMOKRASI – Pembangunan di Bengkulu tak selalu soal beton dan aspal. Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Gubernur Mian menegaskan bahwa pembangunan sosial menjadi ruh utama pemerintahan mereka. Hal ini disampaikan Helmi saat rapat koordinasi akhir tahun di Balai Raya Semarak Bengkulu, Selasa 30 Desember 202. Dalam forum tersebut, Helmi menyoroti peran Gerakan Senabung sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil.
“Pemerintah tidak boleh hanya bicara program. Harus hadir langsung membantu,” kata Helmi.
Gerakan Senabung lahir dari semangat “Bantu Rakyat”. Program ini melibatkan ASN Pemprov Bengkulu untuk turun langsung ke lapangan, berbagi dengan masyarakat yang mengalami kesulitan.
Sedekah nasi bungkus menjadi kegiatan rutin. Tak sedikit ASN yang turun langsung membagikan makanan kepada warga kurang mampu, tukang ojek, hingga pekerja harian.
Selain itu, santunan anak yatim dan bantuan kepada para janda menjadi bagian penting dari gerakan tersebut. Helmi menilai, kelompok ini kerap luput dari perhatian, padahal sangat membutuhkan uluran tangan.
“Kita ingin negara hadir, bukan hanya lewat kebijakan, tapi lewat empati,” ujarnya.
Helmi menegaskan, aksi sosial ini bukan pengganti program formal pemerintah, melainkan penguat. Pemerintah tetap menjalankan program besar seperti BPJS Kesehatan gratis, ambulans desa, dan pembangunan infrastruktur.
Program BPJS gratis, kata Helmi, menjadi penyelamat bagi masyarakat kurang mampu yang selama ini takut ke rumah sakit karena biaya.
“Sekarang tidak ada alasan lagi untuk tidak berobat,” katanya.
Di bidang ketenagakerjaan, Pemprov Bengkulu membuka akses lapangan kerja dengan menggelar job fair di Balai Raya Semarak. Ribuan pencari kerja datang, membawa harapan baru.
Helmi mengakui, pengangguran masih menjadi persoalan serius. Namun ia optimistis, langkah-langkah kecil yang konsisten akan berdampak besar.
“Kita mulai dari yang bisa kita lakukan,” ucapnya.
Menurut Helmi, kekuatan pembangunan Bengkulu terletak pada kebersamaan. Pemerintah, ASN, dan masyarakat harus bergerak bersama.
“Tahun 2026, semangat ini harus lebih besar,” tegasnya.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









