Ribuan Warga Terjebak, Korban Meninggal Meningkat: DPD RI Desak Status Bencana Nasional untuk Sumatera

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPD RI Sultan Najamudin minta Pemerinta Tetapkan Bencana di Sumatra, Bencana Nasional

Ketua DPD RI Sultan Najamudin minta Pemerinta Tetapkan Bencana di Sumatra, Bencana Nasional

NARASIDEMOKRASI – Di setiap sudut Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, warga terpaksa bertahan di atap rumah, masjid, atau gedung sekolah karena air mengalir sedalam dua hingga tiga meter. Sejumlah desa terisolasi total karena jalan longsor dan jembatan putus.

Dalam situasi yang semakin genting itu, Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menilai bencana ini telah memasuki kategori kedaruratan kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa seluruh indikator penetapan Bencana Nasional telah terpenuhi.

“Kami melihat dari dekat laporan senator di lapangan. Banyak korban hilang, rumah hanyut, akses jalan terputus, dan pemerintah daerah sudah kewalahan,” katanya.

Baca Juga :  Program Pemprov Beri Harapan Baru bagi Pekerja Linmas, Tukang Ojek, dan Buruh Kasar

Di Aceh, keluarga-keluarga mencari anggota keluarga yang hanyut terseret arus. Di Sumatera Utara, ratusan rumah di bantaran sungai rusak berat. Di Sumatera Barat, sekolah hingga fasilitas kesehatan lumpuh. Sementara itu, alat berat kesulitan masuk karena jalan provinsi tertimbun material longsor.

Data BNPB mencatat 166 korban meninggal di Sumut, 47 di Aceh, dan 90 di Sumbar. Angka ini diperkirakan bertambah karena puluhan orang belum ditemukan.

Sultan menambahkan bahwa bencana ini bukan hanya akibat curah hujan ekstrem. “Ini bencana ekologis. Kerusakan hutan, tata ruang yang salah, dan minimnya pengawasan membuat wilayah makin rentan.”

Baca Juga :  TMMD Reguler ke-126 Resmi Dibuka di Bengkulu Utara, Bukti Sinergi TNI dan Rakyat Bangun Desa

Sementara relawan dan aparat di lapangan bekerja tanpa henti, kesulitan logistik menjadi hambatan terbesar. Banyak desa tidak bisa dijangkau kendaraan, membuat bantuan hanya bisa diantar melalui perahu atau helikopter.

“Kami khawatir jika tidak segera ditetapkan sebagai Bencana Nasional, masalah sosial seperti kelaparan, penyakit, hingga konflik sumber daya dapat muncul,” ujar Sultan.

DPD RI berharap pemerintah pusat mempercepat keputusan untuk menghindari bertambahnya korban. Di tengah teriakan warga yang kehilangan rumah dan sanak keluarga, kehadiran negara menjadi penentu nasib ribuan pengungsi.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Sudah Diberi Kesempatan, CV Mandiri Sejahtera Gugat Mantan Admin yang Belum Lunasi Utang Rp1,3 Miliar
Modus Jual Dokumen Izin Terbongkar, Polda Bengkulu Tetapkan 3 Tsk
KH ES Mubarok Jadi Magnet HUT Bengkulu Tengah, Pemkab Siapkan Istighotsah Akbar untuk Ribuan Jamaah
Ribuan Pengunjung Diprediksi Padati Tabut, DLH Siapkan Operasi Bersih Hingga Jelang Subuh
Distribusi Pupuk Subsidi Bengkulu Tembus 30 Persen, 370 Kios Disiagakan Layani Petani
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolri dan Akpol ’90 Dhira Brata Gelar Bakti Sosial dan Kesehatan di Bogor
Ratusan Karateka Berlaga di Gojukai Adhyaksa Championship, Bidik Lahirkan Atlet Nasional
Pegawai Jadi Korban Investasi Bodong Rp765 Juta, Pengawasan PT PTP Nonpetikemas Dipertanyakan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 01:39 WIB

Sudah Diberi Kesempatan, CV Mandiri Sejahtera Gugat Mantan Admin yang Belum Lunasi Utang Rp1,3 Miliar

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:42 WIB

Modus Jual Dokumen Izin Terbongkar, Polda Bengkulu Tetapkan 3 Tsk

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:40 WIB

KH ES Mubarok Jadi Magnet HUT Bengkulu Tengah, Pemkab Siapkan Istighotsah Akbar untuk Ribuan Jamaah

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:32 WIB

Ribuan Pengunjung Diprediksi Padati Tabut, DLH Siapkan Operasi Bersih Hingga Jelang Subuh

Senin, 15 Juni 2026 - 17:41 WIB

Distribusi Pupuk Subsidi Bengkulu Tembus 30 Persen, 370 Kios Disiagakan Layani Petani

Berita Terbaru