NARASIDEMOKRASI – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kerap identik dengan euforia perayaan dan meningkatnya mobilitas masyarakat. Namun di balik gemerlap liburan akhir tahun itu, terdapat satu sektor krusial yang tak boleh lengah: kelancaran rantai pasok logistik. Kesadaran inilah yang mendorong Wakil Kepala Kepolisian Daerah Bengkulu, Dicky Sondani, melakukan kunjungan kerja ke Pos Pengamanan Nataru di Pelabuhan Pulau Baai.
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Pelabuhan Pulau Baai merupakan urat nadi perekonomian Bengkulu, menjadi pintu utama keluar-masuk barang, bahan pokok, serta arus penumpang. Setiap gangguan kecil di kawasan ini berpotensi menimbulkan efek domino, mulai dari keterlambatan distribusi hingga lonjakan harga kebutuhan masyarakat.
“Libur panjang seperti Nataru selalu diiringi peningkatan aktivitas logistik. Negara harus hadir memastikan distribusi berjalan lancar, aman, dan terkendali,” ujar Dicky Sondani di sela-sela peninjauan.
Ia menegaskan bahwa pengamanan pelabuhan bukan hanya soal mencegah gangguan kamtibmas, tetapi juga bagian dari pelayanan publik yang berdampak langsung pada kehidupan ekonomi masyarakat.
Selama periode Nataru, volume logistik di Pelabuhan Pulau Baai diperkirakan meningkat signifikan. Kebutuhan bahan pangan, barang konsumsi, hingga logistik pendukung aktivitas usaha melonjak seiring meningkatnya permintaan. Dalam situasi seperti ini, menurut Dicky, sinergi antara aparat keamanan, pengelola pelabuhan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci.
“Pelabuhan ini tidak bisa bekerja sendiri. Polri, TNI, KSOP, Pelindo, hingga operator lapangan harus satu irama. Sedikit saja lengah, dampaknya bisa dirasakan luas oleh masyarakat,” tegas jenderal bintang satu itu.
Dalam peninjauan tersebut, Wakapolda juga berdialog dengan petugas posko, personel pengamanan, serta manajemen pelabuhan. Ia memastikan kesiapan personel, sistem pengawasan, hingga pola pengamanan terpadu telah berjalan sesuai rencana operasi Nataru. Dicky juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kejahatan, kecelakaan kerja, serta gangguan operasional akibat cuaca ekstrem yang kerap terjadi di akhir tahun.
Dari sisi pengelola, General Manager (GM) PT Pelindo Regional 2 Bengkulu saat ini adalah Dimas Rizky Kusmayadi, memastikan seluruh sistem operasional pelabuhan telah dipersiapkan secara maksimal. Ia menyebut menyebutkan, sejumlah langkah antisipatif telah diterapkan sejak jauh hari untuk menghadapi lonjakan aktivitas selama libur Nataru.
“Kami sudah menyesuaikan pengaturan sandar kapal, memperketat pengawasan bongkar muat, serta menyiagakan personel tambahan di titik-titik krusial,” ujarnya.
Menurutnya, koordinasi intensif dengan aparat keamanan menjadi bagian penting dari strategi menjaga kelancaran operasional. Selain aspek teknis, Pelindo juga memberi perhatian pada keselamatan kerja dan kenyamanan pengguna jasa. Seluruh prosedur keselamatan diperketat, sementara pelayanan terhadap penumpang dan mitra usaha diupayakan tetap optimal meski aktivitas meningkat.
“Target kami jelas, tidak ada penumpukan barang dan tidak ada keterlambatan distribusi,” katanya.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









