NARASIDEMOKRASI – Baai tidak hanya berdampak pada transportasi penumpang menuju Pulau Enggano, tetapi juga mendukung kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bengkulu dan wilayah sekitarnya.
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu mencatat sebanyak 89 pergerakan kapal pengangkut BBM milik Pertamina berhasil dilayani sepanjang Januari hingga Juni 2026. Seluruh aktivitas kapal berlangsung lancar tanpa mengalami hambatan yang disebabkan kondisi alur pelayaran.
General Manager PT Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dimas Rizky Kusmayadi, mengatakan keberhasilan melayani kapal-kapal pengangkut BBM menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan energi di Bengkulu.
Menurutnya, keberadaan alur pelayaran yang aman dan memiliki kedalaman memadai menjadi faktor utama yang mendukung kelancaran operasional kapal tanker maupun kapal pengangkut BBM lainnya.
“Alhamdulillah sejauh ini tidak ada layanan kapal yang terhambat atau mengalami gangguan terutama dari sisi kedalaman alur,” kata Dimas.
Ia menjelaskan, kondisi alur Pelabuhan Pulau Baai saat ini berada pada kedalaman minus 6,5 meter mLWS. Kedalaman tersebut memungkinkan kapal-kapal pengangkut BBM dapat keluar masuk pelabuhan dengan aman.
Kelancaran distribusi BBM memiliki dampak yang sangat besar terhadap aktivitas masyarakat dan dunia usaha. Pasokan energi yang stabil menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Karena itu, Pelindo terus melakukan pengawasan terhadap kondisi alur pelayaran secara ketat. Pemantauan dilakukan setiap saat dengan memanfaatkan data lapangan dan evaluasi berkala terhadap kondisi perairan di sekitar pelabuhan.
Selain pemantauan, Pelindo juga menjalankan kegiatan perawatan alur untuk memastikan tidak terjadi pendangkalan yang dapat mengganggu operasional kapal.
Dimas menegaskan, pelayanan terhadap kapal pengangkut BBM menjadi salah satu prioritas karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Gangguan distribusi BBM berpotensi memengaruhi berbagai sektor, mulai dari transportasi hingga aktivitas industri.
Selama enam bulan pertama tahun 2026, seluruh proses pelayanan kapal pengangkut BBM berjalan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan. Tidak ada laporan keterlambatan yang disebabkan kondisi alur pelayaran.
Keberhasilan tersebut menjadi indikator bahwa perbaikan dan pemeliharaan alur Pelabuhan Pulau Baai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan layanan kepelabuhanan.
Pelindo berharap kondisi ini dapat terus dipertahankan sehingga distribusi energi ke Bengkulu berjalan stabil sepanjang tahun. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM yang menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai operator pelabuhan, Pelindo berkomitmen menjaga kualitas layanan dan memastikan seluruh aktivitas kapal, termasuk kapal pengangkut BBM, dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan efisien.









