NARASIDEMOKRASI – Ketersediaan beras di Provinsi Bengkulu dipastikan dalam kondisi aman. Perum BULOG menyebut stok beras yang tersimpan di gudang BULOG Bengkulu saat ini mencapai lebih dari 11.278 ton.
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Bengkulu dalam beberapa waktu ke depan.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Bengkulu, Dody Syahrial, menjelaskan bahwa stok tersebut merupakan bagian dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola oleh BULOG.
Menurutnya, keberadaan cadangan beras ini merupakan instrumen penting untuk menjaga stabilitas pangan dan harga beras di pasar.
“Untuk wilayah Bengkulu, stok beras yang tersedia saat ini mencapai lebih dari 11.278 ton dan dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Selain stok yang tersedia saat ini, BULOG juga terus melakukan penyerapan gabah dan beras dari petani di berbagai daerah.
Langkah tersebut bertujuan untuk memperkuat cadangan beras sekaligus mendukung petani lokal agar hasil panen mereka dapat terserap dengan baik.
Dengan adanya penyerapan tersebut, stok beras di Bengkulu diperkirakan masih akan terus bertambah dalam beberapa waktu ke depan.
Di sisi lain, secara nasional stok Cadangan Beras Pemerintah saat ini mencapai sekitar 3,74 juta ton.
Jumlah tersebut bahkan diproyeksikan meningkat hingga mencapai kisaran 4,5 sampai 5 juta ton pada akhir Maret seiring berlangsungnya panen raya di berbagai daerah di Indonesia.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasokan beras nasional berada dalam kondisi yang sangat kuat.
Selain menjaga stok beras, BULOG juga memastikan ketersediaan minyak goreng bagi masyarakat.
Pasokan minyak goreng ini diperoleh melalui kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang mengatur distribusi minyak goreng Minyakita bagi kebutuhan masyarakat.
Dalam kebijakan tersebut, BULOG mendapatkan alokasi sekitar 46 juta liter minyak goreng Minyakita setiap bulan.
Dengan adanya pasokan tersebut, kebutuhan minyak goreng masyarakat dapat terpenuhi secara stabil.
BULOG juga terus memantau perkembangan harga sembako di pasar.
Berdasarkan pemantauan yang dilakukan di berbagai wilayah, harga bahan pokok masih relatif stabil dan tidak mengalami lonjakan yang signifikan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem distribusi pangan masih berjalan dengan baik.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Hal ini penting untuk menjaga stabilitas distribusi pangan serta mencegah terjadinya panic buying.
BULOG bersama pemerintah juga terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Langkah tersebut meliputi penguatan distribusi, peningkatan penyerapan produksi dalam negeri, serta pelaksanaan berbagai program stabilisasi pangan.
Dengan berbagai langkah tersebut, BULOG memastikan bahwa kebutuhan pangan masyarakat tetap dapat terpenuhi dengan baik.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









