NARASIDEMOKRASI — Pemerintah Provinsi Bengkulu bergerak cepat menyiapkan pembangunan TPA Regional Bengkulu yang digadang sebagai proyek lingkungan terbesar di wilayah Benhgkulu Berbasis Teknologi. Dengan luas area 40 hektare, TPA ini dirancang bukan hanya untuk menampung sampah dari Kota Bengkulu, Bengkulu Tengah, dan Seluma, tetapi juga untuk merevolusi sistem pengelolaan sampah yang selama ini bertumpu pada pola open dumping.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso, memastikan bahwa TPA Regional ini akan menerapkan teknologi ramah lingkungan yang dapat mengubah sampah menjadi pupuk organik, bahan bakar alternatif, hingga material pendukung industri.
“Dalam perencanaan, sampah tidak lagi dibuang dengan sistem lama. Kita kelola menjadi produk yang lebih bermanfaat,” kata Tejo.
Lokasi TPA Regional berada di kawasan eks HGU PT Bumi Rafflesia Indah yang memiliki luas total 307 hektare lebih. Dari area tersebut, 40 hektare dialokasikan untuk TPA Regional, sementara sisanya untuk fasilitas strategis seperti Stadion Terpadu, Universitas Bengkulu, BPBD, hingga lahan operasional Kodam.
Penetapan lokasi dilakukan bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN), memastikan pembagian lahan dilakukan secara proporsional dan sesuai kebutuhan.
“Kita bahas alokasi bersama BPN, karena lahan ini juga dipakai berbagai keperluan. TPA kita posisikan strategis di tengah tiga daerah,” jelas Tejo.
Agar pembangunan TPA Regional Bengkulu bisa didanai melalui APBN, Pemprov sedang memfinalisasi dokumen Amdal, DED, serta rancangan akses jalan menuju lokasi. Semua data teknis akan segera disampaikan ke KLHK dan Kementerian PUPR.
Tejo menegaskan bahwa Pemprov bekerja cepat karena urgensi penanganan sampah semakin meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.
Kota Bengkulu menghasilkan lebih dari 200 ton sampah per hari, sementara TPA Air Sebakul kian kritis. Seluma dan Bengkulu Tengah juga menghadapi masalah serupa. Dengan hadirnya TPA Regional, beban tiga daerah sekaligus dapat diatasi melalui satu pusat pengelolaan modern.
Penulis : Windi
Editor : Redaksi









