NARASIDEMOKRASI – Pondok Pesantren (Ponpes) Pancasila memasuki babak baru. H. M. Sahri, SH, MH resmi dilantik sebagai Direktur Ponpes Pancasila untuk periode 2026–2030, Kamis (2/4/2026), di Aula Ponpes Pancasila.
Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Semarak Bengkulu, Dra. Hj. Nurul Fadhillah, M.Pd. Momentum ini menjadi titik awal perubahan yang diharapkan mampu membawa kemajuan bagi ponpes, baik dalam waktu dekat maupun jangka panjang.
Nurul Fadhillah menegaskan, kepemimpinan baru harus mampu membangkitkan semangat baru di lingkungan pesantren. Salah satu fokus utama adalah peningkatan jumlah santri yang saat ini masih tergolong rendah.
“Harapan kita tentu ada semangat baru. Yang paling penting saat ini adalah menambah jumlah santri, karena sekarang baru sekitar 200 orang,” ujar Nurul.
Menurutnya, jumlah santri yang banyak akan berdampak langsung terhadap optimalisasi seluruh kegiatan di lingkungan pesantren. Karena itu, ia mendorong manajemen baru untuk aktif melakukan sosialisasi ke seluruh wilayah di Provinsi Bengkulu.
Ia menilai, strategi promosi harus dikemas menarik dengan menonjolkan keunggulan program yang dimiliki Ponpes Pancasila. Salah satunya adalah program muhadhoroh atau pelatihan penceramah.
“Kalau sekolah IT unggul dengan tahfiz, maka Ponpes Pancasila punya keunggulan di muhadhoroh. Ini peluang besar bagi masa depan santri,” jelasnya.
Selain peningkatan jumlah santri, Nurul juga menekankan pentingnya pembinaan karakter berbasis nilai-nilai Islam. Menurutnya, pendidikan tidak hanya soal ilmu, tetapi juga pembentukan moral generasi muda.
“Pembinaan karakter dan etika harus menjadi prioritas, agar moral anak-anak bangsa tetap terjaga,” tambahnya.
Dalam upaya memotivasi santri, pihak yayasan juga berencana menghadirkan alumni-alumni sukses untuk berbagi pengalaman dan inspirasi.
Tak hanya itu, sejumlah program jangka pendek juga telah disiapkan. Salah satunya adalah penghijauan lingkungan pesantren yang memiliki luas sekitar 4,1 hektare.
Penghijauan ini akan dilakukan dengan menanam tanaman produktif seperti buah-buahan dan sawit. Program ini tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran kewirausahaan bagi santri.
“Santri akan dilibatkan, sehingga mereka punya jiwa entrepreneurship dan bisa menambah pemasukan ponpes,” ujarnya.
Selain sektor pertanian, pengembangan peternakan dan perikanan juga akan dilakukan. Mulai dari budidaya sapi, kambing, ayam hingga kolam ikan, semuanya diarahkan untuk mendukung kebutuhan pangan santri secara mandiri.
Di bidang sumber daya manusia, peningkatan kualitas tenaga pengajar juga menjadi perhatian serius. Yayasan mendorong percepatan akreditasi dan sertifikasi guru agar kualitas pendidikan semakin meningkat.
“Kita ingin guru-guru lebih nyaman. Walaupun kesejahteraan terbatas, tapi bisa didukung dengan sertifikasi,” jelas Nurul.
Pengembangan lembaga pendidikan juga menjadi agenda penting. Saat ini, Ponpes Pancasila tengah mengurus izin operasional Madrasah Ibtidaiyah (MI) agar jenjang pendidikan semakin lengkap.
“Ke depan, anak-anak dari TK bisa langsung melanjutkan ke MI di Ponpes Pancasila,” katanya.
Selain itu, pembangunan fasilitas pendukung juga akan dilakukan, seperti ruang pertemuan yang lebih representatif serta mess bagi orang tua santri agar lebih nyaman saat berkunjung.
Sementara itu, Direktur Ponpes Pancasila yang baru dilantik, H. M. Sahri, menegaskan komitmennya untuk membangun sinergi antara santri, guru, dan wali santri sebagai kunci utama kemajuan pendidikan.
“Pendidikan akan maju jika tiga komponen ini saling mendukung. Hubungan santri dengan guru, dan guru dengan wali santri harus kuat,” ujarnya.
Sahri juga menekankan bahwa Ponpes Pancasila memiliki peran penting dalam membekali santri dengan ilmu agama sebagai fondasi utama sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
“Di sini santri dibekali ilmu agama yang kuat. Jadi ketika nanti mereka melanjutkan ke bidang lain, pondasinya sudah siap,” jelasnya.
Ia memastikan akan mengembangkan berbagai program yang tidak hanya bermanfaat bagi santri, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
“Kami akan melihat potensi program yang bisa dikembangkan agar bermanfaat tidak hanya untuk santri, tetapi juga masyarakat,” tutup Sahri.
Dengan berbagai program dan semangat baru, Ponpes Pancasila diharapkan mampu berkembang menjadi lembaga pendidikan yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing di masa mendatang.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









