DPRD Tegaskan: PPPK Tidak Bisa Diberhentikan Hanya Karena Belanja Pegawai Capai 44 Persen

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 17:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

DPRD Bengkulu tegaskan PPPK tidak bisa diberhentikan hanya karena belanja pegawai tinggi, harus sesuai aturan hukum.

DPRD Bengkulu tegaskan PPPK tidak bisa diberhentikan hanya karena belanja pegawai tinggi, harus sesuai aturan hukum.

NARASIDEMOKRASI – Anggota Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Edwar Samsi, menegaskan bahwa Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tidak bisa diberhentikan hanya karena tingginya belanja pegawai di daerah.

Penegasan ini disampaikan menyusul munculnya kekhawatiran di tengah masyarakat terkait kemungkinan pemutusan kerja PPPK akibat beban anggaran yang saat ini mencapai 44 persen, jauh di atas batas maksimal 30 persen sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang HKPD.

Menurut Edwar, anggapan tersebut adalah keliru dan tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Ia menegaskan bahwa ada aturan yang jelas terkait pemberhentian PPPK, dan tidak satu pun menyebutkan alasan karena tingginya belanja pegawai.

“Tidak ada alasan memberhentikan PPPK hanya karena belanja pegawai tinggi. Itu tidak benar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah syarat yang secara sah dapat menyebabkan seorang PPPK diberhentikan. Di antaranya adalah mengundurkan diri, kontrak kerja berakhir, meninggal dunia, melakukan pelanggaran disiplin berat, atau terlibat dalam aktivitas politik praktis seperti menjadi anggota partai politik.

Baca Juga :  PAW Ketua DPRD Bengkulu Masuk Tahap Administratif, Menunggu SK Mendagri

Selain itu, tidak ada alasan lain yang dapat dijadikan dasar untuk memberhentikan PPPK, termasuk alasan efisiensi anggaran.

Edwar menilai, jika ada daerah yang melakukan pemecatan PPPK dengan alasan menekan belanja pegawai, maka kebijakan tersebut patut dipertanyakan.

“Kalau ada daerah yang melakukan itu, kita harus pertanyakan kredibilitas pejabatnya,” tegasnya.

Ia juga meminta agar pejabat daerah tidak sembarangan menyampaikan pernyataan yang bisa menimbulkan keresahan di kalangan PPPK maupun masyarakat luas.

Menurutnya, pernyataan yang tidak tepat dapat memicu ketidakpastian dan menurunkan semangat kerja pegawai.

“Jangan membuat opini seolah-olah PPPK akan diberhentikan. Itu salah besar,” kata Edwar.

Lebih lanjut Edwar menyatakn, saat ini pemerintah provinsi sudah mulai menjalankan langkah-langkah strategis untuk menekan angka belanja pegawai agar sesuai dengan amanat undang-undang. Salah satu upaya yang tengah berjalan adalah perampingan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Baca Juga :  Pesan Refleksi Diri dan Kepedulian Sosial Menguat dalam Tabligh Akbar Bengkulu

“Dari sekitar 35 OPD yang ada, direncanakan akan dirampingkan menjadi kurang lebih 25 OPD. Ini salah satu langkah konkret untuk efisiensi,” ujar Edwar.

Ia menjelaskan, perampingan OPD akan berdampak pada efisiensi struktur organisasi serta pengurangan beban belanja rutin, tanpa harus mengorbankan tenaga kerja yang sudah ada.

Selain itu, langkah lain yang ditempuh adalah melakukan pergeseran anggaran, khususnya dari pos tambahan penghasilan pegawai ke belanja barang dan jasa. Kebijakan ini dinilai sebagai strategi yang lebih rasional dalam mengendalikan komposisi anggaran.

Edwar menilai, pendekatan tersebut jauh lebih tepat dibandingkan dengan langkah ekstrem seperti memberhentikan PPPK. Ia menegaskan bahwa kebijakan pengurangan belanja pegawai tidak boleh disalahartikan sebagai alasan untuk melakukan pemecatan.

“Langkah-langkah ini saya kira sudah tepat. Tidak ada kaitannya dengan pemberhentian PPPK,” tegasnya.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Panggung Musik di Tepi Pantai, Souljah hingga Ghea Indrawari Meriahkan HUT Bengkulu
Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB
Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita
Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo
Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat
Cegah Persoalan Hukum, Pelindo Bengkulu Perkuat Sinergi dengan Kejati
103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba
Polemik Hibah Eks Mes Pemda Bengkulu Memanas, Sekda Cukup Pemberitahuan, Pansus Minta Evaluasi
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Panggung Musik di Tepi Pantai, Souljah hingga Ghea Indrawari Meriahkan HUT Bengkulu

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Cegah Persoalan Hukum, Pelindo Bengkulu Perkuat Sinergi dengan Kejati

Berita Terbaru

Nasional

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:14 WIB