Pemira Unived Ternoda, GMNI–HMI Nilai Kekerasan Diduga dilakukan Warek 3 Cederai Demokrasi Kampus

- Jurnalis

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI – Momentum Pemilihan Raya (Pemira) yang seharusnya menjadi pesta demokrasi mahasiswa di Universitas Dehasen Bengkulu justru diwarnai dugaan tindakan kekerasan. DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Bengkulu dan Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bengkulu menyatakan sikap bersama atas dugaan penganiayaan yang dilakukan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan terhadap kader mereka.

Berdasarkan keterangan di lokasi, dugaan kekerasan dilakukan menggunakan dua tongkat milik petugas keamanan. Insiden ini disebut terjadi saat proses Pemira berlangsung dan memicu reaksi keras dari organisasi kemahasiswaan.

Baca Juga :  Cegah Perundungan Digital, Wali Kota Dedy Wahyudi Tekankan Pentingnya Pengawasan Anak di Era Siber

Ketua DPC GMNI Bengkulu, Restu Alam, menyebut peristiwa tersebut sebagai kemunduran dalam kehidupan akademik. Menurutnya, demokrasi kampus harus dijaga dengan nilai-nilai intelektual, bukan tindakan fisik.

“Kekerasan dalam momentum demokrasi kampus merupakan bentuk kemunduran. Jika ini benar terjadi, maka harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Ketua Umum HMI Cabang Bengkulu, Muhammad Bintang, menambahkan bahwa pihaknya akan mengawal persoalan ini hingga tuntas. Ia menegaskan komitmen organisasi dalam melindungi kader dari tindakan represif.

“Kampus adalah ruang demokrasi. Jika ada tindakan kekerasan, maka harus ada pertanggungjawaban. Kami siap menempuh jalur hukum bersama GMNI,” kata Bintang.

Baca Juga :  Vonis Kasus Mega Mall Bengkulu, Ahmad Kanedi Dihukum 2 Tahun 6 Bulan Penjara

Kedua organisasi mendesak pihak rektorat memberikan klarifikasi terbuka. Mereka juga meminta evaluasi sistem pengamanan Pemira agar kegiatan demokrasi mahasiswa berjalan aman dan kondusif.

Pernyataan sikap bersama ini ditegaskan sebagai langkah menjaga marwah dunia pendidikan. GMNI dan HMI berharap persoalan ini menjadi perhatian serius seluruh civitas akademika agar kampus tetap menjadi ruang yang aman, inklusif, dan demokratis.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Masih Dinamis, Pemprov Bengkulu Tingkatkan Kewaspadaan
Gandeng Kejati Bengkulu, KPU Perkuat Tata Kelola Lembaga Berlandaskan Hukum
Kadis ESDM Bengkulu Pastikan Stok BBM Bukan Kosong, Distribusi Sempat Terkendala Proses Bongkar Kapal
HPMPI Bawa Tujuh Aspirasi ke DPR RI, Minta Masa Depan Pertashop Diperkuat
Kejar Perbaikan SPI, Pemprov Bengkulu Tunjuk Sekretaris OPD Jadi PIC
Warga Seluma Adukan Sengketa Lahan HGU PT Agri Andalas ke DPRD Provinsi Bengkulu
Gagal Terbang akibat Abu Vulkanik, 120 Jemaah Umrah BST Travel Menanti Kepastian
Resmi Dilantik, Nayu Aldila Putri Bawa Tanggung Jawab Baru di Biro Hukum Pemprov Bengkulu
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 14:50 WIB

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Masih Dinamis, Pemprov Bengkulu Tingkatkan Kewaspadaan

Kamis, 10 September 2026 - 11:40 WIB

Gandeng Kejati Bengkulu, KPU Perkuat Tata Kelola Lembaga Berlandaskan Hukum

Rabu, 9 September 2026 - 16:38 WIB

Kadis ESDM Bengkulu Pastikan Stok BBM Bukan Kosong, Distribusi Sempat Terkendala Proses Bongkar Kapal

Selasa, 8 September 2026 - 18:18 WIB

HPMPI Bawa Tujuh Aspirasi ke DPR RI, Minta Masa Depan Pertashop Diperkuat

Selasa, 8 September 2026 - 17:47 WIB

Kejar Perbaikan SPI, Pemprov Bengkulu Tunjuk Sekretaris OPD Jadi PIC

Berita Terbaru