Metode Hitung Kerugian Negara Dipertanyakan dalam Kasus Mega Mall–PTM

- Jurnalis

Rabu, 11 Februari 2026 - 22:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI – Persidangan dugaan kebocoran keuangan dalam pengelolaan Mega Mall dan PTM kembali menyita perhatian. Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Bengkulu, tim Penasehat Hukum (PH) terdakwa menyoroti metode yang digunakan untuk menghitung kerugian negara.

Anggota tim PH terdakwa dari PT Tigadi yakni Billy, mempertanyakan laporan akuntan publik yang dijadikan dasar penghitungan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Ia menilai metode yang dipakai tidak tepat dan berpotensi cacat prosedur.

Menurut Billy, ahli yang dihadirkan di persidangan menyebut bahwa penggabungan nilai tanah HPL dan bangunan PT Mega Mall sebagai satu kerugian dalam laporan tersebut tidak sesuai metode yang benar.

Baca Juga :  Ultimatum Berakhir, BEM SI Bengkulu Tegaskan Bupati Bengkulu Utara Belum Beri Klarifikasi Dugaan Intimidasi Mahasiswa

“Tadi ahli menyampaikan bahwa dihitungnya nilai tanah HPL dan bangunan PT Mega Mall sebagai satu kerugian dalam laporan akuntan publik itu tidak tepat. Metodenya tidak tepat,” ujarnya.

Selain itu, tim PH juga menyoroti tidak adanya audit investigasi sebelum laporan tersebut disusun. Padahal, audit investigasi dinilai sebagai langkah penting untuk memastikan ada atau tidaknya kerugian negara.

Billy juga menyebut bahwa ketua tim akuntan publik yang menyusun laporan saat itu belum memiliki lisensi CFI (Certified Forensic Investigator). Lisensi tersebut penting untuk melakukan penghitungan kerugian negara secara resmi.

“Artinya, yang bersangkutan saat itu belum berwenang melakukan penghitungan kerugian negara,” tegasnya.

Baca Juga :  Korban Kebakaran Pengantungan Dapat Bantuan Rp3 Juta, Pengontrak Rp1 Juta

Menurutnya, jika prosedur penyusunan laporan sudah cacat sejak awal, maka hasil perhitungannya pun patut dipertanyakan. Hal ini menjadi poin penting yang harus dipertimbangkan oleh majelis hakim.

Tim PH berpendapat bahwa keabsahan laporan akuntan publik menjadi kunci dalam perkara ini. Jika laporan tersebut dinilai tidak sah, maka dasar dakwaan terkait kerugian negara bisa goyah.

Sementara itu, JPU tetap berpegang pada laporan tersebut sebagai dasar perhitungan dalam dakwaan. Perdebatan ini pun menjadi fokus utama dalam persidangan.

Sidang akan kembali dilanjutkan dengan agenda pembuktian lanjutan. Perdebatan soal metode penghitungan kerugian negara diperkirakan menjadi faktor penentu dalam putusan akhir nanti.

Berita Terkait

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB
Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita
Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo
Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat
Cegah Persoalan Hukum, Pelindo Bengkulu Perkuat Sinergi dengan Kejati
103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba
Polemik Hibah Eks Mes Pemda Bengkulu Memanas, Sekda Cukup Pemberitahuan, Pansus Minta Evaluasi
Siapkan Dokumen KDMP, Pemprov Bengkulu Minta Pendampingan Kejati
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:19 WIB

103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba

Berita Terbaru

Nasional

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:14 WIB