NARASIDEMOKRASI – Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu tengah dipersiapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di pesisir barat Sumatera.
Dengan lahan pengembangan mencapai 215 hektar, pelabuhan ini diharapkan menjadi hub ekspor komoditas unggulan Bengkulu.
Namun, jalan menuju pelabuhan modern tidaklah mudah. Selama bertahun-tahun, sedimentasi menjadi kendala utama yang menghambat masuknya kapal besar.
Kini kondisi mulai membaik dengan kedalaman alur mencapai 6,5 meter dan ditargetkan 12 meter.
Menilai tantangan terbesar bukan hanya infrastruktur, tetapi juga pola distribusi komoditas yang selama ini bergantung pada pelabuhan luar daerah.
“Dari 1,4 juta ton CPO Bengkulu, hanya sekitar 300 ribu ton yang lewat Pulau Baai. Sisanya lewat pelabuhan lain. Ini tantangan sekaligus peluang,” ujarnya.
Saat ini, ekspor Bengkulu melalui Pelabuhan Pulau Baai masih didominasi batu bara, cangkang sawit, dan CPO. Padahal, Bengkulu juga memiliki potensi besar di sektor perikanan dan industri pengolahan.
Untuk menjawab tantangan itu, menyiapkan terminal curah cair yang akan rampung pada November 2026.
Terminal ini diharapkan menarik investor pabrik minyak goreng, pengolahan CPO, serta industri pengalengan ikan.
Selain pembangunan fisik, Pelindo juga fokus pada peningkatan layanan pelabuhan. Revitalisasi fasilitas, perbaikan sistem logistik, dan pendekatan kepada investor menjadi strategi utama.
Menurut Dimas, Pelabuhan Pulau Baai tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan, mulai dari pemerintah daerah hingga pelaku industri.
“Pelabuhan harus terhubung dengan kawasan industri dan jalur logistik. Kalau semua berjalan sendiri-sendiri, tidak akan maksimal,” katanya.
Jika kawasan industri 215 hektar terisi penuh, Pelabuhan Pulau Baai akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan daerah, dan mengurangi ketergantungan Bengkulu pada pelabuhan lain.
Pelindo optimistis Pelabuhan Pulau Baai bisa menjadi simpul logistik baru di pesisir barat Sumatera. Dengan koneksi yang baik dan layanan yang profesional, Bengkulu berpeluang besar menjadi pusat distribusi komoditas regional.
Transformasi Pelabuhan Pulau Baai bukan hanya soal pembangunan terminal, tetapi perubahan wajah ekonomi Bengkulu secara keseluruhan. Dari daerah pengirim bahan mentah, Bengkulu diarahkan menjadi daerah pengolah dan pengekspor produk bernilai tambah.
“Target kami jelas, Pulau Baai harus jadi motor ekonomi Bengkulu,” tutup Dimas.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









