NARASIDEMOKRASI – Upaya menjaga kelestarian lingkungan di Provinsi Bengkulu kembali mendapat dukungan nyata dari dunia usaha. PT Bio Nusantara Teknologi, perusahaan yang berada di bawah naungan PT Sandabi Indah Lestari, dipercaya menjadi lokasi peluncuran Gerakan Penanaman 49.280 Bibit Pohon yang digagas Pemerintah Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan alam Bumi Merah Putih.
Peluncuran gerakan tersebut dipimpin langsung oleh Helmi Hasan bersama Wakil Gubernur Mian, serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala daerah, tokoh masyarakat, hingga perwakilan perusahaan. Lokasi penanaman dipusatkan di kawasan perkebunan PT Bio di bantaran Sungai Lemau, Kabupaten Bengkulu Tengah, yang selama ini menjadi salah satu daerah aliran sungai penting di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Helmi Hasan menegaskan bahwa keterlibatan PT Bio menjadi bukti bahwa dunia usaha tidak selalu identik dengan eksploitasi alam. Menurut dia, perusahaan justru dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan, selama ada komitmen dan kemauan untuk berubah.
“Ini bukan soal menyalahkan siapa pun. Yang kita bangun adalah kesadaran bersama. PT Bio menunjukkan itikad baik dan komitmen nyata untuk mendukung pelestarian lingkungan,” ujar Helmi Hasan di hadapan peserta kegiatan.
Salah satu bentuk komitmen tersebut, lanjut Helmi, adalah kesediaan perusahaan untuk menata ulang kawasan bantaran sungai. PT Bio disebut telah menyatakan menghentikan penanaman sawit di zona tertentu yang dinilai rawan terhadap kerusakan lingkungan. Langkah ini dinilai sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Bengkulu yang menempatkan konservasi hutan dan sungai sebagai prioritas pembangunan.
Gerakan penanaman 49.280 bibit pohon ini dilakukan secara serentak di seluruh kabupaten dan kota di Bengkulu. Ribuan bibit ditanam di kawasan hutan, bantaran sungai, hingga lahan-lahan kritis yang membutuhkan pemulihan. Pemerintah berharap program ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah awal pemulihan ekosistem secara berkelanjutan.
Selain penanaman, pemerintah juga membuka ruang pengawasan publik. Masyarakat diminta berperan aktif menjaga hutan dan sungai, termasuk melaporkan jika menemukan pelanggaran di kawasan lindung.
“Lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua,” tegas Helmi.
Dari sisi pemerintah daerah, Bupati Bengkulu Tengah Rachmat Riyanto menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dengan perusahaan dan masyarakat. Ia menegaskan, pengawasan terhadap kawasan bantaran sungai dan hasil penanaman akan dilakukan secara berkala agar tujuan konservasi benar-benar tercapai.
“Kami tidak ingin penanaman ini hanya sekali lalu selesai. Harus ada perawatan, pemantauan, dan evaluasi. Pemerintah daerah siap berkolaborasi dengan perusahaan dan masyarakat,” ujar Rachmat.
Sementara itu, General Manager PT Bio Nusantara Teknologi, Heru Wiratmana, menyebut penunjukan perusahaannya sebagai lokasi penanaman serentak merupakan kesempatan berharga. Menurut dia, PT Bio melihat program ini sebagai bentuk dukungan konkret terhadap kebijakan pemerintah daerah dan provinsi.
“Penunjukan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk ikut membantu program pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Bengkulu. Kami ingin terlibat langsung, bukan hanya sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat Bengkulu,” kata Heru.
Ia menjelaskan, sebelum kegiatan ini dilaksanakan, PT Bio sebenarnya telah melakukan berbagai upaya penanaman di sejumlah wilayah. Di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Lemau, perusahaan telah menanam puluhan bibit bambu sebagai tanaman penahan erosi. Selain itu, di Kabupaten Bengkulu Tengah dan Bengkulu Utara, penanaman ribuan bibit bambu juga telah dilakukan bekerja sama dengan pemerintah daerah.
“Di Bengkulu Tengah kami sudah menanam ratusan bibit bambu bersama pemerintah kabupaten. Sementara di Bengkulu Utara, melalui unit PT SIL, penanaman juga sudah dilakukan dalam jumlah besar,” ungkapnya.
Melalui gerakan ini, PT Bio dinilai berhasil memperkuat citra sebagai perusahaan yang peduli lingkungan dan sejalan dengan arah kebijakan daerah. Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain di Bengkulu, bahwa pertumbuhan ekonomi tidak harus mengorbankan kelestarian alam.
Gerakan penanaman puluhan ribu pohon ini sekaligus menegaskan arah pembangunan Bengkulu ke depan: mengejar kemajuan, namun tetap menjaga keseimbangan dengan alam sebagai warisan bagi generasi mendatang.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









