NARASIDEMOKRASI – Subari tidak pernah membayangkan hari Selasa itu akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Ia awalnya hanya menggali tanah di perkarangan ternak warga di Kelurahan Durian Depun, Kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahiang, untuk kebutuhan penimbunan. Namun ketika sekopnya mengenai benda keras, hidupnya berubah sekejap.
“Saya kira batu besar. Begitu gucinya pecah, saya lihat tulang-tulang kepala manusia. Ada tiga,” tutur Subari kepada aparat.
Ia bercerita bahwa sekitar pukul sepuluh pagi ia mulai menggali. Setelah mencapai kedalaman kira-kira satu meter, sekopnya terantuk sesuatu. Karena penasaran, ia memperlebar galian. Guci tanah liat perlahan terlihat. Namun saat ia menggeser tanah di sisi guci, sekopnya tidak sengaja menghantam benda itu hingga pecah.
Retakan itu mengungkap tiga tengkorak manusia yang masih utuh bentuknya. Subari mengaku sempat terdiam cukup lama, mencoba memahami apa yang ia lihat. Rasa takut dan bingung bercampur menjadi satu.
“Saya langsung berhenti kerja dan lapor polisi. Saya takut kalau ini perkara pidana,” ujarnya.
Mendapatkan laporan tersebut, Kepolisian pun bergerak cepat. Kapolsek Ujan Mas, Iptu Dody Hariyala, datang bersama tim Inafis. Area sekitar langsung diberi garis polisi, sementara warga berdatangan melihat lokasi.
“Tengkorak yang ditemukan sudah kami serahkan ke Unit Inafis dan dibawa ke RSUD Rejang Lebong,” kata Kapolsek.
Masyarakat sekitar kini menduga-duga asal tengkorak itu. Sebagian mengaitkannya dengan kisah lama tentang kuburan tua yang pernah ada di sekitar dusun itu puluhan tahun lalu. Sebagian lain menduga ini sisa-sisa praktik ritual adat kuno.
Namun polisi belum menyimpulkan apa pun. Pemeriksaan struktur tulang, usia, serta pola penyimpanan di dalam guci akan menjadi kunci mengungkap misteri ini.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









