NARASIDEMOKRASI – Tabligh Akbar dalam rangka HUT Ke-57 Provinsi Bengkulu di halaman Masjid Raya Baitul Izzah, Senin 8 Desember 2025, berubah menjadi ajang kolaborasi budaya, dakwah, dan kemanusiaan. Ribuan jamaah hadir larut dalam suasana religius saat musisi sekaligus dai kondang, H. Rhoma Irama, tampil memberikan tausiyah. Namun yang mencuri perhatian bukan hanya ceramahnya, melainkan aksi lelang peci yang dibeli Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi seharga Rp 5 juta untuk donasi bencana Sumatera.
Peci hitam khas Rhoma selama ini dikenal sebagai bagian dari identitas sang legenda. Ketika peci itu dilelang, jamaah sontak terhenyak. Banyak yang mengira beberap tokoh akan menawar, tetapi Dedy Wahyudi langsung mengangkat tangan, memastikan dirinya sebagai pembeli pertama dan satu-satunya.
Aksi itu menciptakan suasana haru sekaligus kebanggaan. Jamaah menyaksikan bagaimana simbol budaya musik dangdut—yang dekat dengan masyarakat—dapat menjadi alat dakwah dan aksi solidaritas. Rhoma tersenyum sambil memuji antusiasme warga Bengkulu. “Ini bukti bahwa seni, dakwah, dan kemanusiaan tidak bisa dipisahkan,” ujarnya.
Acara tersebut tidak hanya menampilkan ceramah dan lelang, tetapi juga diisi penggalangan dana massal. Panitia membuat jalur donasi yang memudahkan warga menyumbang. Ratusan orang berdiri dalam antrean untuk memasukkan donasi, mulai dari uang receh hingga jumlah besar. Mereka ingin ikut berkontribusi untuk meringankan beban saudara di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Tabligh Akbar ini sekaligus memperlihatkan kedekatan budaya antara masyarakat Bengkulu dan ikon nasional seperti Rhoma Irama. Musik dan dakwah bertemu dalam panggung religius yang hangat. Wali Kota Dedy Wahyudi menilai semangat gotong royong yang tercipta menjadi poin penting perayaan HUT Bengkulu.
“Inilah wajah Bengkulu religius, kompak, dan peduli,” ucapnya.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama. Lantunan doa panjang menggema, memohon perlindungan dan keselamatan bagi korban bencana. Masyarakat meninggalkan halaman masjid dengan hati lega, membawa pulang pesan bahwa kebaikan selalu menemukan jalannya.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









