NARASIDEMOKRASI – Suasana kebersamaan dalam Gala Dinner Apeksi Outlook 2025 di Bandar Lampung, Sabtu (20/12/2025), tidak hanya diisi diskusi pembangunan, namun juga ungkapan solidaritas bagi warga terdampak banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, bersama Pj Sekda Tony Elfian dan sejumlah Kepala OPD menghadiri kegiatan yang mempertemukan para wali kota dari seluruh Indonesia. Acara berlangsung dengan nuansa kekeluargaan, menjadi ruang refleksi terkait kesiapan pemerintah daerah dalam merespons bencana.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, mengajak para tamu memberikan empati dan doa bagi korban banjir. Ajakan tersebut menjadi penanda bahwa forum Apeksi tidak hanya memfokuskan pembangunan fisik kota, tetapi juga kepedulian sosial lintas daerah.
“Ini saatnya kita memperkuat koordinasi dalam mitigasi bencana. Banyak pelajaran dari daerah lain yang dapat menjadi rujukan bagi kita,” ujar Eva.
Bagi Pemkot Bengkulu, kehadiran dalam forum ini juga menjadi langkah untuk memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi ancaman bencana di masa depan. Diskusi informasi kebencanaan, tata ruang yang adaptif, serta teknologi mitigasi menjadi isu yang turut dibahas dalam pertemuan informal di sela kegiatan.
Forum berskala nasional tersebut menjadi wadah bagi para wali kota untuk saling berbagi pengalaman, strategi, dan inovasi dalam membangun tata kelola daerah yang lebih tangguh. Pada sela-sela pertemuan formal dan informal, isu mitigasi bencana, tata ruang adaptif, hingga pemanfaatan teknologi informasi turut mencuat sebagai topik diskusi. Delegasi Bengkulu menyoroti bahwa kesiapsiagaan daerah tidak hanya diukur dari kemampuan merespons bencana, tetapi juga bagaimana kebijakan mampu mencegah dan meminimalkan dampak sebelum bencana terjadi.
“Dalam menghadapi perubahan iklim dan meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi, kami melihat pentingnya adopsi kebijakan tata ruang yang memperhitungkan kerentanan wilayah. Ini bukan sekadar proyek pembangunan, tetapi investasi keselamatan masyarakat,” ujar Walikota Bengkulu
Solidaritas nasional dianggap relevan mengingat klimatologi ekstrem yang kini meningkatkan risiko banjir, abrasi, dan longsor di berbagai wilayah. Pemerintah daerah diharapkan mampu beradaptasi melalui kebijakan antisipatif, tidak hanya responsif.
Selain itu, momen ini juga memperkuat jaringan antar wali kota dalam mendorong kerja sama kemanusiaan ketika terjadi bencana besar. Dengan demikian, kehadiran Pemkot Bengkulu memiliki pesan ganda, memperkuat silaturahmi sekaligus menunjukkan kepekaan terhadap isu nasional.solidaritas banjir Indonesia. Gala Dinner Apeksi Outlook 2025. Pemkot Bengkulu. mitigasi bencana. Wali Kota Bengkulu. Bandar Lampung









