Listrik Lumpuh Pasca Bencana, Dolar Cell Dari HPMPI Jadi Harapan Warga 2 Kabupaten di Aceh 

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026 - 23:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI – Terputusnya aliran listrik menjadi salah satu dampak paling serius pasca banjir dan longsor yang melanda Aceh Tengah dan Bener Meriah. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh, terutama saat malam hari.

Melihat situasi tersebut, Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI) turun tangan dengan menghadirkan solusi energi bersih berupa alat penerangan tenaga surya atau solar cell.Ketua Umum HPMPI, Steven, menjelaskan bahwa pasokan listrik merupakan kebutuhan mendasar dalam masa darurat. Tanpa penerangan, risiko keamanan meningkat dan proses pemulihan menjadi jauh lebih sulit.

“Bayangkan jika malam hari gelap total. Warga tidak bisa beraktivitas, anak-anak takut, dan relawan pun kesulitan bergerak,” ujar Steven.

Baca Juga :  Kejati Bengkulu Bongkar Korupsi Jumbo Dari Mall hingga Kasus Tambang

Atas dasar itu, HPMPI menyalurkan sekitar 250 unit solar cell yang dapat digunakan secara mandiri oleh warga. Alat ini tidak memerlukan bahan bakar dan tetap dapat berfungsi meski jaringan listrik utama rusak.

Menurut Steven, bantuan tersebut juga merupakan respons atas permohonan dari pemerintah daerah yang menyampaikan keterbatasan dalam pemulihan infrastruktur listrik.

“Solar cell menjadi solusi cepat, aman, dan ramah lingkungan untuk kondisi darurat,” katanya.

Pengiriman bantuan dilakukan langsung dari Bengkulu menuju Aceh melalui jalur darat. Meski jarak tempuh panjang dan medan berat, HPMPI tetap berkomitmen memastikan bantuan tiba ke lokasi terdampak.

Baca Juga :  Transformasi Posyandu Jadi Lembaga Kemasyarakatan, Ketua TP Posyandu Seluma Hadiri Rakorda di Bengkulu

Steven menambahkan, penggunaan energi surya juga menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kemandirian energi, terutama di wilayah rawan bencana.

“Krisis seperti ini menunjukkan bahwa energi bersih sangat dibutuhkan, bukan hanya untuk masa depan, tapi juga saat darurat,” ucapnya.

Dengan adanya solar cell, warga kini dapat kembali beraktivitas di malam hari, menjaga keamanan lingkungan, serta mendukung pemulihan ekonomi dan sosial pasca bencana.

Berita Terkait

Isu Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Stok BBM
Terdakwa Kasus Tambang Bengkulu Komit Lunasi Kerugian Negara Sebelum 13 Maret
Sultan B. Najamudin Ingatkan Pemerintah Jaga Stabilitas BBM dan LPG Jelang Mudik Lebaran
PLN Indonesia Power Perbaiki Pagar SDN 57 Bengkulu Tengah, Wujud Kepedulian Dunia Pendidikan
Total Rp6,12 Miliar Dikembalikan, Penyidikan Korupsi PLTA Musi Bengkulu Terus Bergulir
Desk Ketenagakerjaan Polda Bengkulu Jadi Solusi Sengketa Pekerja dan Perusahaan
Polisi Periksa Wakil Rektor III Unived Bengkulu, Kasus Dugaan Penganiayaan Terus Bergulir
Aset Bank Bengkulu Tembus Rp11,1 Triliun, OJK Sebut Kinerja Bank Daerah Makin Solid
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:44 WIB

Isu Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Stok BBM

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:29 WIB

Terdakwa Kasus Tambang Bengkulu Komit Lunasi Kerugian Negara Sebelum 13 Maret

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:01 WIB

Sultan B. Najamudin Ingatkan Pemerintah Jaga Stabilitas BBM dan LPG Jelang Mudik Lebaran

Kamis, 5 Maret 2026 - 22:10 WIB

PLN Indonesia Power Perbaiki Pagar SDN 57 Bengkulu Tengah, Wujud Kepedulian Dunia Pendidikan

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:50 WIB

Total Rp6,12 Miliar Dikembalikan, Penyidikan Korupsi PLTA Musi Bengkulu Terus Bergulir

Berita Terbaru

Bengkulu

Isu Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Stok BBM

Jumat, 6 Mar 2026 - 16:44 WIB