Rejang Lebong – Spektakuler! Langit Bukit Kaba, gunung berapi aktif dengan Kawah Hidup yang memukau, kini resmi menjadi destinasi paralayang terbaru di Indonesia, Sabtu (11/10/25).
Tim Paralayang Rejang Lebong (Paralel) sukses melakukan uji terbang perdana di bawah bimbingan Gendon Subandono, sesepuh olahraga dirgantara nasional, yang menampilkan panorama dramatis dari udara dan memikat wisatawan yang hadir.
Pemandangan dari ketinggian benar-benar menakjubkan. Parasut warna-warni melayang anggun di atas asap kawah yang mengepul, kolam hijau toska yang tenang, serta lereng rimbun pepohonan yang menambah eksotisme Bukit Kaba.
“Terbang di atas Kawah Hidup Bukit Kaba benar-benar pengalaman luar biasa. Arah angin sangat ideal, dan pemandangan memukau,” ungkap Gendon Subandono usai melakukan uji terbang perdana.
Pendaratan dilakukan di Lapangan Desa Sumber Urip, sekitar empat kilometer dari Bukit Kaba, tepat di dekat Pos Pokdarwis Bukit Kaba yang kini disiapkan sebagai titik akhir kegiatan wisata udara tersebut.
Bupati Rejang Lebong, HM Fikri Thobari SE MAP, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan tim Paralel.
“Saya bangga tim paralayang berhasil uji terbang di Bukit Kaba. Ini bukan sekadar olahraga ekstrem, tapi momentum mempromosikan Rejang Lebong sebagai destinasi wisata petualangan kelas dunia,” ujar Bupati Fikri.
Open Tandem Paralayang di Danau Mas Harun Bastari
Selain di Bukit Kaba, kegiatan Open Tandem Paralayang yang digelar sejak 4 Oktober hingga 4 November 2025 di kawasan Danau Mas Harun Bastari (DMHB) juga menjadi magnet bagi wisatawan lokal dan luar daerah. Di lokasi ini, langit dihiasi parasut warna-warni yang menciptakan panorama memesona.
Namun, khusus Bukit Kaba, kegiatan terbang masih sebatas uji coba dan belum dibuka untuk umum. Ketua Harian KPI Rejang Lebong (Paralel), Ruly Sumanda SH MH, menjelaskan, “Keberhasilan uji terbang ini membuktikan Rejang Lebong punya potensi luar biasa untuk sport tourism. Melihat alam dan aktivitas vulkanik dari udara adalah pengalaman langka yang sulit ditemui di tempat lain.”
Bupati Fikri menegaskan, pencapaian ini akan menjadi awal untuk menjadikan paralayang sebagai agenda wisata tahunan.
“Kami ingin Rejang Lebong dikenal sebagai kota wisata petualangan yang menantang sekaligus memukau secara visual,” tegasnya.
Eksplorasi Spot Baru Paralayang
Rully menambahkan, kegiatan Paralel dibagi menjadi dua tahap yakni survei dan uji terbang di Bukit Kaba dan Bukit Basah guna mengidentifikasi titik terbang baru.
“Untuk Bukit Kaba sudah berhasil, sementara Bukit Basah sedang kami persiapkan,” jelasnya.
Bagi wisatawan umum, kegiatan Open Tandem Paralayang tetap berpusat di puncak Diklat kawasan Danau Mas Harun Bastari (DMHB) dengan tarif Rp650 ribu per orang. Pilot tandem profesional bersertifikat akan menetap selama sebulan guna menyesuaikan jadwal terbang dengan kondisi angin dan cuaca.
“Semua pilot bersertifikat dan berpengalaman,” tambah Rully.
Keberhasilan ini menjadi tonggak baru bagi Kabupaten Rejang Lebong dalam memperkuat citra sebagai destinasi wisata petualangan berkelas, dengan langit Bukit Kaba yang kini menari indah di mata dunia.









