NARASIDEMOKRASI – Isu mengenai keterbatasan bahan bakar minyak (BBM) akibat konflik internasional sempat beredar di tengah masyarakat Bengkulu. Informasi tersebut bahkan memicu kekhawatiran sebagian warga yang kemudian berbondong-bondong mengisi BBM di SPBU.
Namun PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) memastikan bahwa kondisi tersebut tidak berdampak terhadap ketersediaan BBM di Bengkulu.
Sales Area Manager Retail Bengkulu PT Pertamina Patra Niaga, Mochammad Farid Akbar, menegaskan bahwa stok BBM di wilayah Bengkulu masih dalam kondisi aman dan distribusi berjalan normal
Menurut Farid, hingga saat ini belum ada dampak konflik internasional terhadap pasokan BBM di Bengkulu.
“Stok aman. Tidak ada pembatasan penyaluran BBM dari terminal ke SPBU. Sejauh ini belum ada dampak konflik internasional terhadap ketahanan stok BBM di Provinsi Bengkulu,” jelasnya.
Ia mengatakan, informasi yang menyebut stok BBM hanya cukup untuk 20 hari tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Pertamina memastikan pasokan BBM ke Bengkulu tetap berjalan melalui jalur distribusi yang telah disiapkan.
Distribusi BBM untuk wilayah Bengkulu dilakukan dari Terminal Pulau Baai yang setiap hari menyalurkan bahan bakar ke berbagai SPBU.
Pada Kamis (6/3), penyaluran BBM yang dilakukan dari terminal tersebut meliputi Pertalite sebanyak 688 KL, Pertamax 336 KL, serta Biosolar 219 KL.
Pasokan tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, stok yang tersedia di terminal juga masih dalam kondisi memadai.
Untuk Pertamax, stok yang tersedia mencapai 930 KL yang diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan lebih dari empat hari.
Sementara Pertalite tersedia sebanyak 2.873 KL yang diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan hingga sekitar lima hari.
Sedangkan Biosolar B40 tersedia sebanyak 4.557 KL yang diproyeksikan dapat bertahan hingga sekitar 13 hari.
Selain stok yang cukup, Pertamina juga telah menyiapkan tambahan pasokan BBM melalui kedatangan kapal tanker.
Pada malam hari sekitar pukul 19.30 WIB dijadwalkan tiba kapal SPOB Dato Siri Loe yang membawa Pertalite sebanyak 3.500 KL.
Tambahan pasokan ini akan memperkuat ketahanan stok BBM di Bengkulu. Selain itu, pada 8 Maret mendatang juga dijadwalkan kedatangan kapal SPOB Gaharu Oleum 18 yang membawa Pertalite 2.400 KL serta Pertamax 1.600 KL.
Dengan tambahan pasokan tersebut, Pertamina memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap dapat terpenuhi.
Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar. Masyarakat diminta tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan.
Jika pembelian dilakukan secara berlebihan, hal tersebut justru dapat memicu antrean panjang di SPBU. Dengan kondisi stok yang masih aman dan distribusi yang berjalan normal, Pertamina optimistis kebutuhan BBM masyarakat Bengkulu dapat terus terpenuhi.
“Sejauh ini belum ada dampak konflik internasional terhadap ketahanan stok BBM di Bengkulu.” Mochammad Farid Akbar
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









