Harga Cabai dan Bawang Melonjak Jelang Ramadhan, Satgas Pangan Ingatkan Pedagang

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 18:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI – Kenaikan harga bahan pokok mulai terasa menjelang Ramadhan 1447 Hijriah. Cabai, bawang, hingga daging mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menjadi perhatian serius Satgas Pangan Polda Bengkulu.

Dalam sidak yang dilakukan di sejumlah pasar tradisional, tim menemukan adanya kenaikan harga cabai merah keriting yang kini berada di kisaran Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram. Bawang merah dan bawang putih bahkan melonjak sekitar Rp 10 ribu per kilogram.

Daging ayam yang sebelumnya Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu kini naik menjadi Rp 44 ribu hingga Rp 45 ribu per kilogram. Sementara daging sapi dijual Rp 140 ribu hingga Rp 150 ribu per kilogram.

Baca Juga :  BBM Subsidi Bocor ke Warung Manisan, Warga Seluma Dirugikan

Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Bengkulu AKBP Herman Sopian mengatakan, kenaikan harga ini harus dikontrol agar tidak membebani masyarakat.

“Kami mengimbau pedagang untuk tidak menaikkan harga di luar ketentuan HET dan HAP. Kenaikan boleh saja mengikuti mekanisme pasar, tetapi harus tetap wajar,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan permintaan menjelang Ramadhan memang menjadi faktor utama naiknya harga. Namun pemerintah tidak ingin ada spekulasi yang merugikan konsumen.

Ia juga memastikan stok bahan pokok di Bulog masih dalam kondisi aman. Distribusi terus dipantau agar tidak terjadi kelangkaan.

Baca Juga :  Indonesia Tuan Rumah ISC ke-3, ketua DPD Siap Bawa Aspirasi Daerah ke Panggung Dunia

“Kami pastikan stok cukup. Jangan sampai ada yang menimbun untuk mencari keuntungan sesaat,” tegasnya.

Tim gabungan yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, Bank Indonesia, Bulog, hingga dinas terkait juga melakukan dialog langsung dengan pedagang. Mereka diminta menjaga komitmen agar tidak memicu kepanikan pasar.

Pengawasan akan terus dilakukan hingga Idul Fitri. Masyarakat juga diminta melaporkan jika menemukan praktik kecurangan atau harga yang tidak wajar.

Langkah tegas ini diharapkan mampu menekan gejolak harga dan menjaga stabilitas ekonomi daerah selama bulan suci.

Berita Terkait

Solar Subsidi untuk Nelayan Bengkulu Dipastikan Cukup, Disalurkan Lewat Lima SPDN
Panggil 100 Yayasan, DPRD Bengkulu Pastikan Perlindungan Guru Swasta
Tahun Depan Layanan Dukcapil Kembali di MPP, Warga Punya Dua Pilihan Lokasi
KUR dan UMi Jangkau 54 Ribu Debitur, MBG Libatkan 1.094 Pemasok Lokal Bengkulu
Sembilan Nilai Antikorupsi, Kejati Bengkulu Dorong Aparatur Bergerak dari Pemahaman ke Tindakan
Panggung Musik di Tepi Pantai, Souljah hingga Ghea Indrawari Meriahkan HUT Bengkulu
Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB
Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 21:30 WIB

Solar Subsidi untuk Nelayan Bengkulu Dipastikan Cukup, Disalurkan Lewat Lima SPDN

Senin, 2 November 2026 - 21:15 WIB

Panggil 100 Yayasan, DPRD Bengkulu Pastikan Perlindungan Guru Swasta

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Tahun Depan Layanan Dukcapil Kembali di MPP, Warga Punya Dua Pilihan Lokasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:51 WIB

KUR dan UMi Jangkau 54 Ribu Debitur, MBG Libatkan 1.094 Pemasok Lokal Bengkulu

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:46 WIB

Panggung Musik di Tepi Pantai, Souljah hingga Ghea Indrawari Meriahkan HUT Bengkulu

Berita Terbaru