NARASIDEMOKRASI – Menjelang arus mudik Lebaran Idul Fitri 2026, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) diprediksi meningkat tajam. Lonjakan perjalanan masyarakat menuju kampung halaman membuat konsumsi bahan bakar di berbagai jalur lintas nasional diperkirakan melonjak.
Di tengah kondisi tersebut, keberadaan Pertashop dinilai memberikan keuntungan tersendiri bagi masyarakat, terutama dari sisi harga bahan bakar yang lebih terjangkau.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI), Steven, mengatakan Pertashop tidak hanya hadir untuk memperluas akses BBM, tetapi juga memberikan alternatif harga yang lebih bersahabat bagi masyarakat.
“Kami ingin masyarakat mendapatkan layanan yang mudah dijangkau dengan harga yang lebih terjangkau, terutama saat momentum mudik Lebaran,” ujar Steven, Rabu (4/3/2026).
Menurutnya, Pertashop saat ini telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah yang jauh dari SPBU besar. Keberadaan jaringan ini menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan BBM tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Di Provinsi Bengkulu, misalnya, Pertashop telah hadir di sejumlah wilayah strategis yang dilalui jalur lintas mudik. Hal ini membuat para pemudik memiliki lebih banyak pilihan tempat pengisian bahan bakar.
Steven menjelaskan bahwa Pertashop menyediakan BBM jenis Pertamax yang memiliki kualitas tinggi dan ramah terhadap mesin kendaraan.
Namun yang menarik perhatian masyarakat adalah harga Pertamax di sejumlah Pertashop yang justru lebih murah dibandingkan di SPBU.
Di Bengkulu, harga Pertamax di Pertashop tercatat sekitar Rp12.300 per liter. Sementara itu, harga di SPBU mencapai Rp12.600 per liter.
Selisih harga Rp300 per liter tersebut dinilai cukup membantu masyarakat, terutama bagi pemudik yang menempuh perjalanan jauh dan membutuhkan bahan bakar dalam jumlah besar.
“Selisih harga ini tentu sangat membantu masyarakat, apalagi bagi pemudik yang melakukan perjalanan panjang,” jelas Steven.
Selain harga yang lebih terjangkau, Pertashop juga memberikan kemudahan akses. Lokasinya yang tersebar hingga ke wilayah pedesaan membuat masyarakat tidak perlu khawatir kesulitan mendapatkan BBM.
Pertashop menjadi alternatif yang sangat penting, khususnya di daerah yang belum memiliki SPBU besar.
Steven menegaskan bahwa jaringan Pertashop dibangun untuk memperkuat sistem distribusi energi nasional dan memastikan seluruh masyarakat dapat mengakses bahan bakar dengan mudah.
Dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026, Pertashop telah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan pelayanan berjalan optimal.
Mulai dari kesiapan operasional hingga koordinasi dengan Pertamina dalam menjaga ketersediaan stok BBM.
Menurutnya, kelancaran distribusi menjadi faktor penting agar tidak terjadi kekurangan pasokan di lapangan.
“Jaminan ketersediaan stok BBM selama masa mudik menjadi prioritas utama agar masyarakat tidak mengalami kendala saat perjalanan,” ungkapnya.
Ia berharap Pertamina dapat terus mendukung distribusi BBM ke seluruh jaringan Pertashop di Indonesia.
Dengan distribusi yang stabil, Pertashop diyakini mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama periode mudik.
“Dengan dukungan distribusi yang lancar, Pertashop optimistis mampu menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan BBM selama perjalanan mudik,” tutup Steven.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









