UMP 2026 Belum Ditetapkan Hingga Desember, Wamemnker : Pemerintah Tunggu Momen Tepat

- Jurnalis

Jumat, 12 Desember 2025 - 18:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat Wamenker kunjungan kerja di Bengkulu

Saat Wamenker kunjungan kerja di Bengkulu

NARASIDEMOKRASI – Meski kalender telah bergerak ke pertengahan Desember, penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 masih menggantung di tingkat nasional. Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar di publik, khususnya kalangan pekerja dan pelaku usaha yang mengandalkan kepastian regulasi untuk rencana kerja tahun depan.

Penetapan UMP semestinya diumumkan pada November 2025, sesuai jadwal tahunan yang sudah berlaku bertahun-tahun. Namun hingga kini, deadline itu terlewati begitu saja tanpa keterangan resmi yang jelas. Ketidakpastian ini semakin mencolok di tengah ketidaksetabilan ekonomi.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, Afriansyah Noor, saat kunjungan kerja di Bengkulu menegaskan bahwa pemerintah tidak sedang menunda tanpa alasan. Menurutnya, ada dinamika politik dan ekonomi yang membuat pemerintah menunggu waktu ideal untuk mengumumkan nilai UMP 2026.

Baca Juga :  Bupati Fikri Tampilkan Pesona Rejang Lebong di Pameran Nasional Kriya Indonesia 2025

“Kami menunggu momen yang tepat agar stabilitas perekonomian dan stabilitas politik tetap terjaga. Pemerintah akan menyampaikan keputusan UMP dengan penuh pertimbangan,” ujar Afriansyah di Bengkulu.

Ia menambahkan, Dewan Pengupahan Nasional bersama unsur Tripartit telah melakukan rapat panjang sejak Maret 2025. Setiap komponen dalam rumus penetapan UMP sedang ditelaah ulang, termasuk hasil Putusan MK Nomor 168/PUU-XXI/2023 dan perhitungan Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

Putusan MK tersebut mengubah sejumlah ketentuan soal formula kenaikan upah, sehingga pemerintah wajib menyesuaikan peraturan teknis sebelum mengumumkan angka final.

“Seluruh aspek, termasuk KHL dan putusan MK, menjadi pertimbangan penting. Kami ingin rumus perhitungan final diterima baik oleh pengusaha maupun pekerja,” kata Afriansyah.

Baca Juga :  Senator Destita Khairilisani Kawal Ketat Program MBG dan CKG di Bengkulu Tengah

Di sisi lain, pemerintah juga meningkatkan sensitivitas terhadap kondisi daerah terdampak musibah. Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang sedang dilanda bencana hidrometeorologi, masuk dalam daftar provinsi yang memerlukan skema khusus dalam perhitungan upah.

“Bencana adalah salah satu faktor, tetapi hanya di wilayah tertentu. Karena itu skala upah tidak bisa digeneralisasi,” jelas Afriansyah.

Ketidakpastian UMP 2026 telah menjadi perbincangan hangat di berbagai forum buruh. Banyak serikat pekerja menilai pemerintah harus memberi kejelasan sesegera mungkin agar tidak terjadi spekulasi yang membingungkan.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Isu Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Stok BBM
Terdakwa Kasus Tambang Bengkulu Komit Lunasi Kerugian Negara Sebelum 13 Maret
Sultan B. Najamudin Ingatkan Pemerintah Jaga Stabilitas BBM dan LPG Jelang Mudik Lebaran
PLN Indonesia Power Perbaiki Pagar SDN 57 Bengkulu Tengah, Wujud Kepedulian Dunia Pendidikan
Total Rp6,12 Miliar Dikembalikan, Penyidikan Korupsi PLTA Musi Bengkulu Terus Bergulir
Desk Ketenagakerjaan Polda Bengkulu Jadi Solusi Sengketa Pekerja dan Perusahaan
Polisi Periksa Wakil Rektor III Unived Bengkulu, Kasus Dugaan Penganiayaan Terus Bergulir
Aset Bank Bengkulu Tembus Rp11,1 Triliun, OJK Sebut Kinerja Bank Daerah Makin Solid
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:44 WIB

Isu Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Stok BBM

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:29 WIB

Terdakwa Kasus Tambang Bengkulu Komit Lunasi Kerugian Negara Sebelum 13 Maret

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:01 WIB

Sultan B. Najamudin Ingatkan Pemerintah Jaga Stabilitas BBM dan LPG Jelang Mudik Lebaran

Kamis, 5 Maret 2026 - 22:10 WIB

PLN Indonesia Power Perbaiki Pagar SDN 57 Bengkulu Tengah, Wujud Kepedulian Dunia Pendidikan

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:50 WIB

Total Rp6,12 Miliar Dikembalikan, Penyidikan Korupsi PLTA Musi Bengkulu Terus Bergulir

Berita Terbaru

Bengkulu

Isu Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Stok BBM

Jumat, 6 Mar 2026 - 16:44 WIB