Sultan Gaungkan “Green Demokrasi”, Mahasiswa Gen Z Diajak Kawal Masa Depan Lingkungan

- Jurnalis

Selasa, 17 Februari 2026 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI — Isu perubahan iklim bukan lagi sekadar wacana akademik. Dampaknya kini dirasakan langsung oleh masyarakat. Hal itu mengemuka dalam diskusi bertajuk Green Demokrasi Indonesia yang menghadirkan Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamuddin, bersama Ketua SIEJ Bengkulu, Doni Aftarizal, di Sekretariat Perwakilan DPD RI Bengkulu, Selasa (17/2/2026).

Forum tersebut diikuti mahasiswa pecinta alam dari kalangan Generasi Z serta anggota Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ).

Ketua SIEJ Bengkulu, Doni Aftarizal, menegaskan perubahan iklim telah menjadi realitas yang tidak bisa lagi diabaikan. Ia menyebut, dalam dua tahun terakhir, masyarakat kehilangan siklus musim buah yang sebelumnya selalu datang setiap tahun.

“Kita tidak lagi berbicara soal teori perubahan iklim. Masyarakat sudah merasakan dampaknya, dari musim yang tidak menentu hingga abrasi yang menggerus pesisir. Ini bukan sekadar bencana tiba-tiba, tetapi juga bencana senyap yang perlahan menggerogoti ekonomi warga,” tegas Doni.

Baca Juga :  Ziarah Nasional HUT ke-80 TNI di Rejang Lebong, Bupati Fikri: Teladani Semangat Juang Pahlawan

Menurutnya, masyarakat pesisir dan mereka yang menggantungkan hidup pada hasil alam menjadi kelompok paling rentan. Jika kebijakan publik tidak berpihak pada keberlanjutan lingkungan, krisis ini berpotensi memperlebar jurang ketimpangan sosial.

Sementara itu, Sultan Baktiar Najamuddin memaparkan gagasan Green Demokrasi yang telah ia bukukan. Konsep tersebut menekankan pentingnya demokrasi yang tidak hanya berorientasi pada kekuasaan politik, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan.

“Demokrasi tidak boleh berhenti pada pemilu dan kekuasaan. Demokrasi harus menjamin keberlanjutan hidup generasi mendatang,” ujar Sultan.

Ia menjelaskan, gagasan tersebut lahir dari refleksi panjang perjalanan politik dan pengalamannya berinteraksi dengan berbagai persoalan daerah, termasuk isu tambang, hutan, dan wilayah pesisir.

“Saya bukan orang yang banyak berteori, tetapi buku ini adalah hasil perjalanan panjang, refleksi yang relevan, dan pikiran orisinal saya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Syamsurachman Terpilih Pimpin Golkar Bengkulu, Janji Satukan Kader dan Rebut Kemenangan 2029

Sultan bahkan menyebut, konsep Green Demokrasi telah didaftarkan sebagai hak paten atas namanya karena dinilai belum ada konsep serupa di tingkat nasional maupun global.

“Kita sudah mendaftarkannya sebagai hak paten. Untuk tingkat dunia juga sedang saya urus perlindungan haknya,” ujarnya.

Diskusi ini menjadi ruang dialog penting antara pemimpin nasional dan generasi muda. Mahasiswa yang hadir menilai, keterlibatan anak muda menjadi kunci dalam mengawal kebijakan lingkungan di masa depan.

Bagi Sultan, masa depan demokrasi Indonesia sangat bergantung pada kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan. Tanpa itu, demokrasi akan kehilangan substansi.

Di akhir diskusi, peserta sepakat bahwa perubahan iklim bukan lagi isu pinggiran. Ia telah menjadi persoalan utama yang menyentuh ekonomi, sosial, bahkan stabilitas politik.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Isu Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Stok BBM
Terdakwa Kasus Tambang Bengkulu Komit Lunasi Kerugian Negara Sebelum 13 Maret
PLN Indonesia Power Perbaiki Pagar SDN 57 Bengkulu Tengah, Wujud Kepedulian Dunia Pendidikan
Total Rp6,12 Miliar Dikembalikan, Penyidikan Korupsi PLTA Musi Bengkulu Terus Bergulir
Desk Ketenagakerjaan Polda Bengkulu Jadi Solusi Sengketa Pekerja dan Perusahaan
Polisi Periksa Wakil Rektor III Unived Bengkulu, Kasus Dugaan Penganiayaan Terus Bergulir
Aset Bank Bengkulu Tembus Rp11,1 Triliun, OJK Sebut Kinerja Bank Daerah Makin Solid
Investasi Rp97 Miliar di PTM dan Mega Mall Bengkulu Disebut Tanpa Dana APBD
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:44 WIB

Isu Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Stok BBM

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:29 WIB

Terdakwa Kasus Tambang Bengkulu Komit Lunasi Kerugian Negara Sebelum 13 Maret

Kamis, 5 Maret 2026 - 22:10 WIB

PLN Indonesia Power Perbaiki Pagar SDN 57 Bengkulu Tengah, Wujud Kepedulian Dunia Pendidikan

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:50 WIB

Total Rp6,12 Miliar Dikembalikan, Penyidikan Korupsi PLTA Musi Bengkulu Terus Bergulir

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:49 WIB

Polisi Periksa Wakil Rektor III Unived Bengkulu, Kasus Dugaan Penganiayaan Terus Bergulir

Berita Terbaru

Bengkulu

Isu Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Stok BBM

Jumat, 6 Mar 2026 - 16:44 WIB