NARASIDEMOKRASI – Kepergian MR (20), mahasiswa di Kota Bengkulu, menyisakan duka yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Di hari ulang tahunnya yang ke-20, ia ditemukan meninggal dunia di rumah keluarganya di Kelurahan Tengah Padang. Bagi keluarga dan tetangga, peristiwa ini bukan sekadar kabar duka, melainkan kehilangan seorang anak muda yang dikenal baik dan bertanggung jawab.
Di mata warga sekitar, MR bukan sosok yang banyak bicara. Ia dikenal penurut, rajin, dan kerap membantu ibunya berjualan sembako. Setiap pagi atau sore, warga sering melihatnya ikut melayani pembeli atau mengangkut barang dagangan.
“Anaknya tidak neko-neko, sopan, sering bantu orang tua,” tutur Ketua RT setempat, Heryanti Murti.
Peristiwa itu terungkap pada dini hari ketika keluarga hendak melaksanakan ibadah Subuh. Kepanikan tak terelakkan ketika korban ditemukan telah meninggal dunia dengan kondisi tergantung. Suasana rumah yang biasanya tenang berubah menjadi isak tangis dan kepanikan, memecah keheningan pagi.
Warga yang mendengar kabar tersebut berdatangan. Sebagian membantu menenangkan keluarga, sebagian lain menghubungi aparat setempat. Tak lama kemudian, Polresta Bengkulu tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal bersama tim Inafis.
Untuk memberikan kepastian terhadap pemuda tesebut, jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Bengkulu guna visum luar. Proses berlangsung singkat atas persetujuan keluarga, dengan ketabahan pihak keluarga memilih tidak melanjutkan ke tahap autopsi.
Di tengah duka, warga berupaya menjaga suasana tetap kondusif. Tidak ada spekulasi yang berkembang di lingkungan sekitar. Semua pihak sepakat menghormati privasi keluarga dan mengenang korban sebagai pribadi yang baik.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa beban hidup kerap tidak terlihat dari luar. Banyak orang tampak baik-baik saja, namun menyimpan pergulatan batin yang tidak terucap. Para tokoh masyarakat setempat mengajak warga untuk lebih peka dan saling memperhatikan.
Jika Anda atau orang terdekat membutuhkan dukungan kesehatan mental, jangan ragu mencari bantuan profesional atau layanan pendampingan terdekat. Berbicara dan meminta bantuan adalah langkah penting.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









