NARASIDEMOKRASI – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bengkulu memastikan pasokan solar subsidi untuk nelayan dalam kondisi aman. Penyaluran melalui lima Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) disebut berjalan lancar untuk memenuhi kebutuhan operasional melaut.
Kepala DKP Provinsi Bengkulu, Syafriandi, mengatakan sejauh ini tidak ada hambatan berarti dalam pemenuhan bahan bakar bagi nelayan. Pasokan disesuaikan dengan kebutuhan dan aktivitas penangkapan ikan di berbagai wilayah pesisir.
“Alhamdulillah, BBM nelayan itu cukup sesuai dengan kebutuhan nelayan,” kata Syafriandi, Senin (2/11/2026).
Kepastian pasokan solar menjadi kebutuhan penting bagi nelayan sebelum berangkat mencari ikan. Ketersediaan bahan bakar menentukan kesiapan kapal untuk melaut sekaligus menunjang kegiatan ekonomi keluarga nelayan.
Syafriandi menjelaskan, penyaluran solar subsidi bagi nelayan Bengkulu ditopang oleh lima SPDN. Namun, jumlah pasokan di setiap lokasi berbeda karena menyesuaikan kebutuhan armada dan wilayah yang dilayani.
“Untuk pasokan itu ada 5 Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN). Kan masing-masing SPDN berbeda-beda,” ungkapnya.
Selain memastikan kelancaran distribusi, DKP Provinsi Bengkulu melakukan pengawasan terhadap pengambilan solar subsidi. Pengawasan dilaksanakan secara berkala setiap pekan untuk mengurangi potensi penyalahgunaan dan menjaga ketersediaan stok.
Dalam penyalurannya, jatah solar bagi setiap nelayan tidak disamaratakan. Jumlah yang diterima disesuaikan dengan kapasitas kapal, termasuk daya tampung tangki bahan bakarnya.
“Masing-masing sesuai dengan kapasitas kapal,” tegas Syafriandi.
Melalui pengaturan tersebut, penyaluran solar subsidi diarahkan agar sesuai dengan kebutuhan operasional masing-masing armada. Kapal dengan kapasitas berbeda mendapatkan alokasi yang menyesuaikan kebutuhannya untuk melaut.
DKP menyatakan ketersediaan pasokan dan pengawasan penyaluran menjadi perhatian agar kebutuhan bahan bakar nelayan tetap terpenuhi serta kegiatan penangkapan ikan dapat berjalan lancar.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius










