Destita Khairilisani Dorong Modul Sederhana agar Koperasi Desa Tidak Lagi Bingung Mengelola Usaha

- Jurnalis

Kamis, 29 Januari 2026 - 20:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Destita Khairilisani mendorong pemerintah menyusun modul sederhana dan pelatihan langsung agar koperasi desa mudah dikelola dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.

Destita Khairilisani mendorong pemerintah menyusun modul sederhana dan pelatihan langsung agar koperasi desa mudah dikelola dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.

NARASIDEMOKRASI – Anggota DPD RI asal Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., kembali menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan kemajuan ekonomi desa melalui koperasi. Hal ini ia sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) DPD RI bersama sejumlah kementerian di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Dalam rapat tersebut, Destita menyampaikan hasil kunjungan kerja di Bengkulu yang menunjukkan masih banyak koperasi desa yang belum memahami cara pengelolaan koperasi secara teknis dan sistematis.

Menurut Destita, persoalan utama bukan pada kurangnya niat masyarakat, tetapi pada kurangnya panduan yang mudah dipahami. Banyak pengurus koperasi desa merasa kesulitan karena modul yang ada terlalu rumit dan tidak sesuai dengan kondisi lapangan.

“Pengurus koperasi desa butuh panduan yang sederhana, tidak berbelit-belit, dan bisa langsung dipraktikkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kebingungan paling sering muncul pada persoalan permodalan. Pengurus koperasi tidak mengetahui apakah bisa menggunakan dana desa, bagaimana mengajukan pinjaman ke perbankan, serta bagaimana mengelola anggaran secara benar.

Baca Juga :  Gerakan Tanam Puluhan Ribu Pohon, PT Bio Perkuat Peran Dunia Usaha Jaga Lingkungan Bengkulu

Kondisi ini menurut Destita berpotensi menghambat tujuan besar pemerintah dalam membangun ekonomi desa melalui koperasi. Padahal, koperasi desa seharusnya menjadi wadah usaha bersama yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Destita juga menyoroti peran pendamping koperasi yang dinilai belum maksimal. Meskipun sudah ditunjuk, pendamping sering kali belum mampu menjelaskan secara detail tahapan pengelolaan koperasi kepada masyarakat desa.

Karena itu, ia mengusulkan agar pelatihan dan sosialisasi dilakukan secara langsung ke desa dengan pendekatan yang lebih praktis dan dialogis.

“Kita tidak bisa hanya mengirim modul tertulis. Harus ada pelatihan langsung yang membimbing desa langkah demi langkah,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya penyusunan modul teknis yang disesuaikan dengan kondisi daerah, termasuk daerah tertinggal dan wilayah yang memiliki keterbatasan sumber daya.

Baca Juga :  Wabup Gustianto Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di SMA Negeri 02 Seluma

Selain soal modal, Destita menyoroti kendala lahan usaha yang sering dihadapi koperasi desa. Banyak koperasi ingin membuka usaha, tetapi tidak memiliki tempat yang memadai.

Untuk itu, ia meminta pemerintah pusat menyiapkan panduan pemanfaatan lahan desa agar koperasi dapat memiliki ruang usaha yang legal dan berkelanjutan.

Destita menegaskan DPD RI siap membantu pemerintah pusat dalam menyebarkan informasi hingga ke daerah-daerah. Dengan jaringan perwakilan di seluruh provinsi, DPD RI dinilai dapat menjadi mitra strategis dalam menyukseskan program koperasi desa.

“Kami ingin memastikan kebijakan ini benar-benar dipahami dan dijalankan oleh desa, bukan hanya menjadi aturan tertulis,” kata Destita.

Ia berharap koperasi desa di Bengkulu ke depan dapat menjadi contoh pengelolaan koperasi yang baik, transparan, dan mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Isu Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Stok BBM
Terdakwa Kasus Tambang Bengkulu Komit Lunasi Kerugian Negara Sebelum 13 Maret
PLN Indonesia Power Perbaiki Pagar SDN 57 Bengkulu Tengah, Wujud Kepedulian Dunia Pendidikan
Total Rp6,12 Miliar Dikembalikan, Penyidikan Korupsi PLTA Musi Bengkulu Terus Bergulir
Desk Ketenagakerjaan Polda Bengkulu Jadi Solusi Sengketa Pekerja dan Perusahaan
Polisi Periksa Wakil Rektor III Unived Bengkulu, Kasus Dugaan Penganiayaan Terus Bergulir
Aset Bank Bengkulu Tembus Rp11,1 Triliun, OJK Sebut Kinerja Bank Daerah Makin Solid
Investasi Rp97 Miliar di PTM dan Mega Mall Bengkulu Disebut Tanpa Dana APBD
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:44 WIB

Isu Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Stok BBM

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:29 WIB

Terdakwa Kasus Tambang Bengkulu Komit Lunasi Kerugian Negara Sebelum 13 Maret

Kamis, 5 Maret 2026 - 22:10 WIB

PLN Indonesia Power Perbaiki Pagar SDN 57 Bengkulu Tengah, Wujud Kepedulian Dunia Pendidikan

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:50 WIB

Total Rp6,12 Miliar Dikembalikan, Penyidikan Korupsi PLTA Musi Bengkulu Terus Bergulir

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:49 WIB

Polisi Periksa Wakil Rektor III Unived Bengkulu, Kasus Dugaan Penganiayaan Terus Bergulir

Berita Terbaru

Bengkulu

Isu Konflik Timur Tengah Tak Pengaruhi Stok BBM

Jumat, 6 Mar 2026 - 16:44 WIB