NARASIDEMOKRASI = Penyaluran beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) di Curup, Rejang Lebong, bukan hanya agenda seremonial. Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin, memanfaatkannya untuk menyampaikan pesan moral tentang tanggung jawab generasi muda terhadap masa depan bangsa.
Di hadapan pelajar SMKN 1 dan SMPN 5 Curup, Sultan menegaskan bahwa beasiswa adalah amanah negara yang harus dijaga. Bantuan itu, katanya, diberikan dengan harapan besar agar anak-anak Indonesia tumbuh menjadi sumber daya manusia unggul.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Negara sudah berinvestasi pada kalian,” ujarnya.
Sultan menjelaskan bahwa kebijakan pendidikan saat ini dirancang sebagai strategi jangka panjang. Pemerintah tidak hanya mengejar angka kelulusan, tetapi kualitas manusia Indonesia yang berdaya saing.
Ia menyebut peningkatan anggaran pendidikan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bukti keseriusan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun fondasi bangsa.
“Ini bukan kebijakan populis sesaat. Ini investasi untuk 20–30 tahun ke depan,” kata Sultan.
Menurutnya, kualitas SDM akan menentukan arah Indonesia di tengah persaingan global. Negara dengan sumber daya alam melimpah pun bisa tertinggal jika tidak didukung manusia yang cerdas dan berkarakter.
Dalam konteks itulah, beasiswa PIP menjadi instrumen penting negara. Sultan meminta para siswa untuk membalas perhatian pemerintah dengan prestasi, disiplin, dan integritas.
Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tetapi pembentukan karakter. Anak-anak diharapkan tumbuh menjadi warga negara yang jujur, bertanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan sosialnya.
Penyaluran beasiswa ini mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Guru-guru menilai kehadiran langsung pimpinan lembaga negara memberi motivasi tambahan bagi siswa untuk belajar lebih giat.
Dari Curup, pesan itu mengalir ke seluruh daerah: pendidikan adalah jalan utama membangun Indonesia, dan setiap bantuan negara adalah amanah yang harus dijaga demi masa depan bersama.









