NARASIDEMOKRASI – Pelaksanaan Jambore Daerah (Jamda) VII Tahun 2025 di Kabupaten Kaur tak hanya meninggalkan catatan keberhasilan teknis, tetapi juga kesan mendalam sebagai ajang pembinaan karakter sekaligus promosi potensi daerah. Hal ini mengemuka dalam kegiatan evaluasi dan pembubaran panitia Jamda yang digelar Pemerintah Kabupaten Kaur di Pantai Cukoh Raya, Selasa 13 Januari 2026.
Wakil Bupati Kaur Abdul Hamid, S.Pd.I, yang memimpin langsung kegiatan tersebut, menegaskan bahwa Jamda memiliki makna strategis jauh melampaui kegiatan kepramukaan biasa. Menurutnya, Jamda adalah ruang pembentukan nilai, sikap, dan karakter generasi muda yang kelak akan menjadi tulang punggung pembangunan daerah.
“Jamda bukan hanya soal perkemahan dan lomba. Ini adalah sekolah kehidupan yang menanamkan disiplin, kepemimpinan, kemandirian, dan kebangsaan,” ujar Abdul Hamid dalam sambutannya.
Ia mengapresiasi kerja panitia yang mampu menyelenggarakan Jamda VII secara tertib dan aman, meski melibatkan banyak peserta dan rangkaian kegiatan. Kehadiran unsur legislatif, pengawas pemilu, hingga pimpinan OPD dalam evaluasi tersebut menunjukkan kuatnya dukungan lintas sektor terhadap pembinaan generasi muda.
Dalam forum evaluasi, panitia menyampaikan bahwa Jamda VII berhasil menciptakan suasana kebersamaan antarpeserta dari berbagai kecamatan. Interaksi ini dinilai penting untuk menumbuhkan rasa persatuan dan saling menghargai di kalangan generasi muda Kaur.
Tak hanya itu, pemilihan Pantai Cukoh Raya sebagai lokasi kegiatan juga dinilai tepat. Selama Jamda berlangsung, kawasan wisata tersebut menjadi pusat aktivitas, sekaligus sarana pengenalan potensi alam Kabupaten Kaur kepada peserta dan tamu.
“Banyak peserta yang baru pertama kali datang ke sini. Ini menjadi pengalaman yang tidak terlupakan dan menumbuhkan rasa bangga terhadap daerah sendiri,” ungkap salah satu panitia dalam laporan evaluasi.
Meski secara umum berjalan sukses, panitia juga mencatat sejumlah kendala, seperti keterbatasan fasilitas pendukung dan tantangan koordinasi teknis di lapangan. Namun, kendala tersebut dinilai sebagai pembelajaran penting untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Jamda di masa mendatang.
Wakil Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Daerah terbuka terhadap seluruh masukan. Ia berharap Jamda berikutnya dapat dirancang lebih matang, dengan dukungan anggaran dan perencanaan yang lebih komprehensif.
Kegiatan evaluasi ini kemudian ditutup dengan pembubaran resmi Panitia Jamda VII Tahun 2025. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya tanggung jawab struktural panitia, sekaligus awal dari tanggung jawab moral untuk menjaga nilai-nilai positif yang telah dibangun.
Pemerintah Kabupaten Kaur berharap semangat Pramuka yang tertanam selama Jamda VII dapat terus hidup di tengah masyarakat, menjadi fondasi kuat bagi lahirnya generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan cinta daerah.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









