BPKP Apresiasi Langkah Gubernur Bengkulu Perbaiki Tata Kelola Keuangan

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) memberikan apresiasi kepada Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang datang langsung ke Jakarta untuk menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait pengawasan tata kelola keuangan daerah, Senin 26 Januari 2026.

Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam memperbaiki sistem pengelolaan keuangan.

Kepala BPKP RI Muhammad Yusuf Ateh menyebut kehadiran langsung gubernur merupakan hal yang jarang terjadi.

“Boleh dihitung dengan jari gubernur yang datang langsung untuk MoU dengan BPKP. Ini menunjukkan adanya niat baik dan keinginan kuat untuk memperbaiki tata kelola keuangan di daerah,” kata Ateh.

Menurutnya, kerja sama ini menjadi contoh positif bagi daerah lain agar tidak ragu melibatkan lembaga pengawasan dalam proses pembangunan.

Baca Juga :  Jalan Rusak Kepahiang Potret Ketimpangan Infrastruktur Pedesaan, Ketua DPD RI Turun Tangan

Ia menjelaskan bahwa permasalahan keuangan daerah selama ini cukup kompleks, mulai dari perencanaan yang belum optimal, pengadaan barang dan jasa, hingga pengelolaan PAD.

“Melalui MoU ini, kami akan mendampingi agar semua proses berjalan lebih efektif dan sesuai aturan,” ujarnya.

Menurut Ateh, tata kelola keuangan yang baik akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik.

“Jika keuangan tertata, pelayanan publik akan lebih baik. Ini tujuan akhirnya,” kata

Ateh.Sementara itu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyatakan bahwa kehadirannya di kantor BPKP adalah bentuk kesungguhan pemerintah daerah dalam membangun pemerintahan yang bersih.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Korupsi RTRW di Lebong Berlanjut, Polres Periksa Ahli

“Kami tidak ingin hanya menandatangani di atas kertas. Kami ingin benar-benar berubah dan memperbaiki sistem,” katanya.

Helmi menegaskan bahwa Bengkulu membutuhkan pendampingan agar pembangunan berjalan tepat sasaran.

“Pengawasan bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Dengan adanya pendampingan BPKP, Pemprov Bengkulu berkomitmen memperbaiki perencanaan pembangunan agar lebih terukur dan realistis.

Selain itu, pengadaan barang dan jasa akan diawasi agar tidak terjadi penyimpangan.

BPKP juga akan membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar lebih optimal.

Berita Terkait

PLN Indonesia Power Perbaiki Pagar SDN 57 Bengkulu Tengah, Wujud Kepedulian Dunia Pendidikan
Total Rp6,12 Miliar Dikembalikan, Penyidikan Korupsi PLTA Musi Bengkulu Terus Bergulir
Desk Ketenagakerjaan Polda Bengkulu Jadi Solusi Sengketa Pekerja dan Perusahaan
Polisi Periksa Wakil Rektor III Unived Bengkulu, Kasus Dugaan Penganiayaan Terus Bergulir
Aset Bank Bengkulu Tembus Rp11,1 Triliun, OJK Sebut Kinerja Bank Daerah Makin Solid
Investasi Rp97 Miliar di PTM dan Mega Mall Bengkulu Disebut Tanpa Dana APBD
Harga Pertamax di Pertashop Lebih Murah, Pemudik Diuntungkan Saat Lebaran 2026
DPP GMNI Kecam Dugaan Penganiayaan di Unived, Desak Kemantren Kenakan Sanksi Tegas
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 22:10 WIB

PLN Indonesia Power Perbaiki Pagar SDN 57 Bengkulu Tengah, Wujud Kepedulian Dunia Pendidikan

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:50 WIB

Total Rp6,12 Miliar Dikembalikan, Penyidikan Korupsi PLTA Musi Bengkulu Terus Bergulir

Kamis, 5 Maret 2026 - 20:14 WIB

Desk Ketenagakerjaan Polda Bengkulu Jadi Solusi Sengketa Pekerja dan Perusahaan

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:49 WIB

Polisi Periksa Wakil Rektor III Unived Bengkulu, Kasus Dugaan Penganiayaan Terus Bergulir

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:05 WIB

Aset Bank Bengkulu Tembus Rp11,1 Triliun, OJK Sebut Kinerja Bank Daerah Makin Solid

Berita Terbaru