NARASIDEMOKRASI – Safari Ramadhan 1447 H yang digelar Pemerintah Provinsi Bengkulu bukan hanya agenda ibadah. Dalam dua hari kunjungan ke Seluma, Bengkulu Selatan, dan Kaur, Gubernur membawa paket kebijakan pelayanan publik yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat .
Di Seluma, langkah konkret terlihat melalui launching Pelayanan Samsat Desa. Program ini dirancang untuk memangkas jarak dan waktu masyarakat dalam mengurus pajak kendaraan. Dengan layanan di tingkat desa, beban biaya transportasi dan antrean panjang dapat ditekan.
Tak berhenti di situ, Gubernur juga menyerahkan bantuan sosial dan peralatan olahraga. Pesannya jelas: pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga kesejahteraan sosial dan pembinaan generasi muda.
Di Bengkulu Selatan, perhatian pemerintah terlihat pada dua sektor penting: infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi. Peninjauan ruas jalan Nanjungan–Bintasan–Kembang Seri menjadi simbol komitmen perbaikan konektivitas wilayah. Sementara itu, launching Baznas Microfinance (BMM) membuka akses permodalan bagi pelaku usaha kecil.
Program BMM menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan pembiayaan mikro yang terjangkau dan sesuai prinsip syariah. Ini menjadi strategi memperkuat ekonomi berbasis masjid.
Di Kabupaten Kaur, penyerahan bus sekolah menjadi sorotan. Bantuan ini dinilai strategis untuk mendukung akses pendidikan, khususnya bagi siswa di wilayah yang jaraknya jauh dari pusat sekolah.
Dengan rangkaian kegiatan tersebut, Safari Ramadhan tidak hanya bermakna religius, tetapi juga menjadi panggung kebijakan yang menunjukkan arah pembangunan Bengkulu: pelayanan mudah, infrastruktur terjaga, ekonomi umat tumbuh, dan akses pendidikan diperkuat.
Penulis : Windi Junius
Editor : Redaksi









