AMSI-PWI Bahas Gerakan Bebas Pajak Pengetahuan

- Jurnalis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 20:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jajaran pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Pusat melakukan kunjungan ke Kantor PWI Pusat, Jumat (17/10).(foto: dok PWI Pusat)

Jajaran pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Pusat melakukan kunjungan ke Kantor PWI Pusat, Jumat (17/10).(foto: dok PWI Pusat)

Jakarta – Jajaran pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Pusat melakukan kunjungan ke Kantor PWI Pusat, Jumat (17/10).

Pertemuan ini menjadi momentum bagi kedua organisasi pers untuk mendiskusikan sebuah kampanye bersama yang dinamakan ‘No Tax for Knowledge’.

Delegasi AMSI dipimpin langsung oleh Ketua Umum, Wahyu Dhyatmika, didampingi Sekretaris Jenderal, Maryadi, dan Wenseslaus Manggut. Mereka disambut oleh Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, beserta jajaran pengurus.

Diskusi dimulai dengan penjelasan Wahyu Dhyatmika mengenai tujuan inisiatif tersebut. Ia menerangkan bahwa kampanye ‘No Tax for Knowledge’ bertujuan mendorong pemerintah agar kembali memberikan kebijakan yang menopang sektor-sektor krusial dalam penyebaran informasi dan ilmu pengetahuan, meliputi industri media, penerbitan dan percetakan buku, serta institusi pendidikan (kampus).

Lebih lanjut, Wahyu menegaskan bahwa tekanan ekonomi yang dialami ekosistem pengetahuan saat ini kritis akibat disrupsi digital. Kondisi ini diperparah karena dukungan fiskal yang pernah diberikan pemerintah kini telah dicabut.

Baca Juga :  Cak Munir Pimpin Orientasi PWI Pusat Menyongsong Pengukuhan Pengurus Baru

“Pemerintah Indonesia sebenarnya pernah melakukan sejumlah langkah seperti insentif pajak untuk media. Saat pandemi lalu, Kementerian Keuangan memberi keringanan seperti PPh 21 yang ditanggung pemerintah dan potongan pajak kertas,” ujar Wahyu.

Menyambut pandangan tersebut, Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyatakan mendukung kampanye ini.

“Kami di PWI Pusat sepakat dengan kawan-kawan AMSI. Situasi kondisi pers kita memang sedang berat, terhimpit atas, bawah, dan kiri kanan,” ujar Akhmad Munir.

Ia menambahkan, di bawah kepemimpinannya PWI memang hendak mendorong ekosistem media yang sehat sehingga dapat menyajikan informasi yang jujur dan berkualitas pada masyarakat Indonesia.

“Memang menjadi garis ikhtiar PWI juga yang pada intinya kita mau ekosistem pers dan media kita tumbuh, sehat, serta kuat,” tegas Akhmad Munir yang juga Direktur Utama LKBN Antara ini.

Baca Juga :  Pengukuhan Sasaka Nusantara DPD Istimewa Jeddah Digelar Februari 2026, Ini Daftar Lengkap Pengurusnya

Diskusi terkait ekosistem media ini didasarkan dari salah satu Data Nielsen Ad Intel 2024, yang menjelaskan pangsa iklan digital nasional kini didominasi platform global (Google, Meta, TikTok, YouTube).

Platform global menguasai 35–37% pasar, yang menyebabkan pendapatan media nasional turun hingga 30–40 persen dalam lima tahun terakhir.

Krisis ini berdampak langsung pada tenaga kerja bidang media. Tercatat, lebih dari 1.000 jurnalis terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) selama tahun 2025 karena di tengah penurunan pendapatan, biaya operasional media tidak berkurang.

Sebagai tindak lanjut pertemuan ini AMSI dan PWI menyepakati langkah-langkah konkret dan narasi tunggal dari kampanye ‘No Tax for Knowledge’ sebelum diumumkan secara luas kepada publik. (rls)

Berita Terkait

PKN Tolak Pemakzulan Gibran. Gede Pasek; Jaga Hasil Kedaulatan Rakyat
PKN Buka Pintu bagi Capres Alternatif, Siapkan Kendaraan Politik untuk Pemilu 2029
 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu
Pelindo Bengkulu Turun Tangan, TB Bunga Raflesia Dikerahkan Bantu Evakuasi KM Prima Sentosa
MK Tak Temukan Bukti Ijazah Luar Negeri Gibran, Namun Permohonan Diskualifikasi Tak Diterima
Jaga Tradisi Intelektual, KAHMI Seluma Didorong Jadi Gudang Gagasan untuk Kemajuan Daerah
Ditantang Live Bahas Anggaran, DPRD Bengkulu: Kami Paling Siap, Tinggal Eksekutif Mau atau Tidak
Sultan Baktiar dan Panglima Kopassus Bahas Jembatan hingga Sumur Bor untuk Bengkulu
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:51 WIB

PKN Tolak Pemakzulan Gibran. Gede Pasek; Jaga Hasil Kedaulatan Rakyat

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:14 WIB

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Pelindo Bengkulu Turun Tangan, TB Bunga Raflesia Dikerahkan Bantu Evakuasi KM Prima Sentosa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:27 WIB

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Luar Negeri Gibran, Namun Permohonan Diskualifikasi Tak Diterima

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:39 WIB

Jaga Tradisi Intelektual, KAHMI Seluma Didorong Jadi Gudang Gagasan untuk Kemajuan Daerah

Berita Terbaru