NARASIDEMOKRASI – Komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia kembali ditegaskan oleh PLN Indonesia Power UBP Bengkulu. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan kepada SMP IT Al Husna, Kabupaten Lebong.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan untuk menghadirkan dampak positif di wilayah sekitar operasionalnya, khususnya di area PLTA Musi. Tidak sekadar bantuan simbolis, dukungan yang diberikan menyentuh kebutuhan riil sekolah dalam menunjang proses belajar mengajar yang lebih modern dan efektif.
Bantuan yang diserahkan meliputi perangkat teknologi seperti laptop, proyektor, dan printer. Selain itu, PLN Indonesia Power juga memberikan dukungan berupa meja, kursi, serta lemari untuk melengkapi fasilitas ruang kelas. Kombinasi perangkat digital dan furnitur tersebut diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman.
Manager Unit PLTA Tes, Rika Alfian Raharja, yang menyerahkan bantuan secara langsung, menegaskan bahwa pendidikan menjadi salah satu fokus utama dalam program TJSL perusahaan.
“Bantuan ini adalah wujud komitmen kami dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di Kabupaten Lebong. Kami berharap perangkat ini dapat membuat proses belajar-mengajar menjadi lebih efektif, modern, dan nyaman bagi para siswa,” ujar Rika.
Menurutnya, keberadaan perusahaan di suatu daerah tidak hanya berkaitan dengan aktivitas operasional, tetapi juga membawa tanggung jawab sosial. PLN Indonesia Power ingin memastikan bahwa objek vital nasional seperti PLTA Musi mampu memberi kontribusi nyata terhadap pembangunan sosial, termasuk sektor pendidikan.
Di tengah tuntutan era digital, sekolah dituntut untuk beradaptasi dengan cepat. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Perangkat seperti laptop dan proyektor kini menjadi sarana penting dalam menyampaikan materi secara interaktif dan menarik.
Dengan adanya dukungan ini, SMP IT Al Husna diharapkan dapat mempercepat proses digitalisasi pembelajaran. Guru dapat memanfaatkan media visual dan materi berbasis digital untuk meningkatkan pemahaman siswa. Sementara itu, siswa pun memiliki kesempatan lebih luas untuk mengenal teknologi sebagai bagian dari proses belajar sehari-hari.
Pihak sekolah menyambut positif bantuan tersebut. Mereka menilai dukungan perangkat teknologi dan perlengkapan kelas sangat relevan dengan kebutuhan saat ini. Apalagi, tantangan pendidikan semakin kompleks, terutama dalam mempersiapkan generasi muda yang mampu bersaing di masa depan.
Bagi sekolah di daerah, keterbatasan fasilitas sering menjadi kendala dalam mengoptimalkan kualitas pembelajaran. Karena itu, kehadiran program TJSL seperti ini dinilai memberi dorongan moral sekaligus praktis bagi tenaga pendidik dan peserta didik.
Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, perbaikan sarana dan prasarana juga berpengaruh terhadap kenyamanan siswa di dalam kelas. Meja dan kursi yang layak, serta ruang belajar yang tertata baik, berkontribusi terhadap konsentrasi dan semangat belajar.
Program TJSL yang dijalankan PLN Indonesia Power UBP Bengkulu menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat sekitar. Pendekatan ini menempatkan perusahaan bukan hanya sebagai pelaku industri energi, tetapi juga sebagai mitra pembangunan daerah.
Upaya mendukung pendidikan dinilai sebagai investasi jangka panjang. Kualitas sumber daya manusia yang baik akan menjadi fondasi penting bagi kemajuan daerah, termasuk Kabupaten Lebong.
Dengan kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga pendidikan, harapan untuk menciptakan generasi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing semakin terbuka. PLN Indonesia Power UBP Bengkulu pun menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat.









