Beras Mahal di Bengkulu, Ongkos Distribusi dari Lampung Jadi Biang Kerok

- Jurnalis

Senin, 5 Januari 2026 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga beras Bengkulu masih tinggi karena pasokan berasal dari Lampung. Ongkos distribusi disebut jadi faktor utama kenaikan harga di awal 2026.

Harga beras Bengkulu masih tinggi karena pasokan berasal dari Lampung. Ongkos distribusi disebut jadi faktor utama kenaikan harga di awal 2026.

NARASIDEMOKRASI – Harga beras yang masih tinggi di Provinsi Bengkulu pada awal 2026 ternyata memiliki akar persoalan yang cukup panjang. Bukan hanya soal harga di pasar, tetapi juga soal rantai distribusi yang bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Pemantauan yang dilakukan Indagsi Ditreskrimsus Polda Bengkulu menemukan bahwa sebagian besar beras yang beredar di Bengkulu berasal dari provinsi tetangga, khususnya Lampung. Ketergantungan ini membuat harga beras di Bengkulu sangat sensitif terhadap biaya transportasi dan logistik.

Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Bengkulu, Kompol Jery Nainggolan, menjelaskan bahwa ongkos angkut menjadi faktor dominan naiknya harga. Mulai dari biaya bahan bakar, sewa kendaraan, hingga distribusi ke agen dan ritel, semuanya berkontribusi terhadap harga jual di tingkat konsumen.

Baca Juga :  Aula Arupadatu Kodim 0409 Diresmikan, Bupati Fikri Serahkan Bantuan Matras untuk Atlet Forki

“Beras kita banyak berasal dari luar Bengkulu. Ketika biaya distribusi naik, otomatis harga di pasar ikut terdorong naik,” kata Jery.

Di lapangan, harga beras medium tercatat mencapai Rp14.500 per kilogram, sementara beras premium tembus Rp16.800 per kilogram. Angka ini jelas melampaui HET yang telah ditetapkan pemerintah untuk Zona 2.

Meski demikian, Jery menegaskan bahwa kondisi ini tidak disebabkan oleh penimbunan atau permainan harga. Dari hasil pengecekan sementara, pedagang masih menjual sesuai harga beli dari distributor.

Baca Juga :  Kawasan Perkebunan dan Pegunungan Hambat Sinyal, 41 Desa Bengkulu Masih Minim Internet

Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Bengkulu. Ketergantungan terhadap pasokan luar daerah menunjukkan perlunya penguatan produksi beras lokal agar harga lebih stabil dan tidak terlalu bergantung pada biaya distribusi lintas provinsi.

Polda Bengkulu bersama instansi terkait akan terus memantau jalur distribusi beras. Koordinasi dengan Bulog juga dilakukan untuk memastikan intervensi pasar bisa segera dilakukan jika harga terus melonjak.

Bagi masyarakat, aparat mengimbau agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Stok beras masih mencukupi dan pemerintah menjamin kebutuhan pokok tetap tersedia.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

HMI Komisariat Dehasen Ultimatum 3×24 Jam, Tuntut Pencopotan Warek III
GMNI-HMI Minta LLDIKTI Copot Warek III Dehasen, Dugaan Kekerasan di Pemira Masuk Ranah Hukum
Polisi Periksa Saksi, Kasus Dugaan Penganiayaan Mahasiswa Masih Berjalan
Terbongkar! 90 Ton Pupuk Bersubsidi Diduga Disalurkan Tak Sesuai Aturan
PAW Ketua DPRD Bengkulu Masuk Tahap Administratif, Menunggu SK Mendagri
Perikanan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Muna Barat
LBH KAHMI Desak Polisi Usut Dugaan Penganiayaan Mahasiswa oleh Wakil Rektor Unived
Bantuan Listrik 900 kWh Jadi Harapan Baru Warga Kepahiang
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 20:01 WIB

HMI Komisariat Dehasen Ultimatum 3×24 Jam, Tuntut Pencopotan Warek III

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:53 WIB

GMNI-HMI Minta LLDIKTI Copot Warek III Dehasen, Dugaan Kekerasan di Pemira Masuk Ranah Hukum

Senin, 2 Maret 2026 - 18:10 WIB

Polisi Periksa Saksi, Kasus Dugaan Penganiayaan Mahasiswa Masih Berjalan

Senin, 2 Maret 2026 - 17:51 WIB

Terbongkar! 90 Ton Pupuk Bersubsidi Diduga Disalurkan Tak Sesuai Aturan

Senin, 2 Maret 2026 - 02:25 WIB

Perikanan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Muna Barat

Berita Terbaru

Artikel

Gelap Perang

Selasa, 3 Mar 2026 - 16:43 WIB