Tersandera Kuorum: Drama Banmus di Balik Mandeknya PAW Ketua DPRD Bengkulu

- Jurnalis

Senin, 8 Desember 2025 - 10:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Waka 1 DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain.

Waka 1 DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain.

NARASIDEMOKRASI – Agenda Paripurna Pengumuman PAW Ketua DPRD Provinsi Bengkulu sisa masa jabatan 2024–2029 kembali menjadi bahan perbincangan. Bukan karena perbedaan politik antarfraksi, bukan pula karena tarik menarik antara pimpinan dan sekretariat, melainkan karena sesuatu yang sesederhana namun krusial yakni kuorum Banmus.

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, menggambarkan situasi ini seperti permainan puzzle. Semua potongan sudah tersedia: surat PAW telah dibacakan, mekanisme sudah jelas, aturan dalam Tatib lengkap. Namun satu potongan puzzle yang menentukan gambaran utuh itu belum terpasang: rapat Banmus.

“Banmus itu harus kuorum. Kalau tidak kuorum, jadwal tidak bisa disahkan. Meski sudah disusun sekalipun,” kata Teuku.

Dalam struktur DPRD, Banmus memang memegang peranan sentral. Ia adalah penentu ritme dewan, penata agenda, sekaligus filter utama setiap rencana paripurna. Setiap fraksi memiliki representasi di dalamnya, termasuk Fraksi Golkar sebagai pihak yang paling berkepentingan dalam proses PAW Ketua DPRD.

Baca Juga :  Pemprov Tetap Ngotot Pinjam Rp750 Milliar ke Bank BJB, Sekda Ungkap Alasannya

“Apakah paripurna pengumuman itu ada atau tidak, semuanya kembali ke Banmus. Dan Banmus itu diisi oleh fraksi-fraksi. Mereka yang menentukan kuorum,” tambah Teuku.

Drama kuorum inilah yang menjadi titik krusial. Jika satu saja anggota Banmus absen, terutama dari fraksi yang berkepentingan, maka agenda PAW otomatis tertunda.

Sekretariat DPRD sebenarnya telah siap mengusulkan rapat Banmus. Namun pengajuan itu baru dapat diproses setelah pimpinan menerima permintaan resmi untuk penyelenggaraan rapat. Hingga kini, menurut Teuku, surat tersebut belum masuk.

“Kita belum menerima permintaan rapat Banmus. Jadi kita menunggu. Mungkin baru diajukan akhir masa sidang,” tuturnya.

Di sisi lain, tahapan PAW sejatinya sudah jelas. Setelah pembacaan surat dari DPP Golkar, mestinya paripurna pengumuman diberlakukan untuk menyampaikan pemberhentian dan pengangkatan Ketua DPRD baru. Namun untuk sampai ke sana, Banmus harus lebih dulu bersidang dan memutuskan penjadwalan.

Baca Juga :  Tak Berizin Tapi Tetap Berjualan, Siapa yang Bertanggung Jawab atas Peredaran Mihol di Bengkulu?

“Pemberhentian dan pengangkatan harus diumumkan. Itu wajib. Tapi untuk diumumkan, harus ada jadwal Banmus. Itu mekanisme yang tidak bisa dilewati,” kata Teuku.

Fakta bahwa fraksi lain tidak memiliki urgensi terkait PAW membuat dinamika Banmus semakin bergantung pada Fraksi Golkar. Jika Fraksi Golkar tidak mendorong, tidak hadir atau tidak mengajukan permintaan, maka kuorum bisa gagal dan agenda tertunda.

“Semua kembali ke fraksi yang berkepentingan. Fraksi lain tidak berkepentingan apakah itu dijadwalkan cepat atau tidak,” tegas Teuku.

Akibatnya, proses PAW Ketua DPRD kini seperti menunggu lampu hijau yang belum menyala. Semua mekanisme telah tersedia, seluruh perangkat aturan telah siap, tetapi Banmus sebagai palang pintu penjadwalan belum bergerak.

Selama kuorum belum tercapai dan permintaan rapat belum masuk, publik akan terus menunggu. PAW Ketua DPRD Bengkulu pun tersandera oleh satu hal sederhana namun fundamental: Banmus yang belum bersidang.

Penulis : Windi Junius

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB
Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita
Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo
Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat
Cegah Persoalan Hukum, Pelindo Bengkulu Perkuat Sinergi dengan Kejati
103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba
Polemik Hibah Eks Mes Pemda Bengkulu Memanas, Sekda Cukup Pemberitahuan, Pansus Minta Evaluasi
Siapkan Dokumen KDMP, Pemprov Bengkulu Minta Pendampingan Kejati
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:26 WIB

Maritim Maju, Laut Tetap Terjaga: Pesan GM Pelindo Bengkulu kepada Mahasiswa UNIB

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Polisi Telusuri Aset Tersangka Korupsi RSKJ Soeprapto, Dua Bidang Tanah Disita

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Tol Bengkulu–Lubuk Linggau Dinanti, Mian Bawa Aspirasinya ke Presiden Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Pemda Bengkulu Tengah Perkuat Semangat Pemerintahan Bersih, Kampanye Antikorupsi Digelar Terbuka untuk Masyarakat

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:19 WIB

103 Plastik Klip dan 4 Kaca Pirek Ditemukan, Polres Kaur Sisir Rumah Sasaran Operasi Narkoba

Berita Terbaru

Nasional

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:14 WIB