NARASIDEMOKRASI – Program Karya Bakti TNI Skala Besar akan segera dilaksanakan di Provinsi Bengkulu. Program nasional tersebut dijadwalkan mulai bergulir pada Oktober 2026 dan menyasar sejumlah titik di seluruh kabupaten hingga Desember mendatang.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bengkulu, Mif Tarul Ilmi, mengatakan persiapan pelaksanaan program saat ini tengah dimatangkan pemerintah daerah bersama jajaran TNI.
Rencana tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu dan turut melibatkan unsur pemerintah pusat serta TNI.
“Ini terkait masalah rencana kegiatan Karya Bakti Skala Besar di Provinsi Bengkulu,” kata Mif saat dikonfirmasi, Senin (29/9/2026).
Mif menyebut, Bengkulu menjadi salah satu provinsi yang ditunjuk untuk melaksanakan program Karya Bakti TNI Skala Besar secara nasional. Pelaksanaannya akan tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Kabupaten Kaur hingga Mukomuko.
“Alhamdulillah kegiatan-kegiatan ini akan dilaksanakan di seluruh Provinsi Bengkulu. Jadi masing-masing kabupaten itu ada titik-titik yang akan dilaksanakan kegiatan melalui karya bakti,” ujarnya.
Mif menjelaskan, kegiatan telah disiapkan dalam program tersebut. Pada sektor fisik, kegiatan mencakup pembangunan sumur bor, rehabilitasi rumah dan sekolah, serta rehabilitasi jembatan.
Sementara pada sektor nonfisik, masyarakat akan mendapat pelayanan sosial dan kesehatan, seperti operasi katarak, sunatan massal, serta donor darah.
“Jadi ada fisik, ada nonfisik,” jelas Mif.
Program ini rencananya mulai dilaksanakan pada Oktober 2026 dan berlangsung hingga Desember. Tidak menutup kemungkinan pelaksanaannya berlanjut hingga 2027 apabila dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Menurut Mif, pemerintah daerah mendukung penuh pelaksanaan program tersebut. Selain membantu pembangunan infrastruktur dan pelayanan sosial, Karya Bakti TNI diharapkan kembali menguatkan semangat gotong royong antara pemerintah, TNI, dan masyarakat.
“Intinya yang akan dikejar di dalam karya bakti ini semangat gotong royong kita,” terangnya.
Mif juga memastikan program tersebut bukan berupa pemberian bantuan tunai maupun pembagian sembako secara langsung kepada masyarakat. Bantuan yang diberikan lebih diarahkan pada pembangunan fisik dan kegiatan pelayanan sosial.
“Kalau untuk bantuan ke masyarakat langsung seperti bantuan tunai, misal kayak sembako itu, tidak. Kita banyak bentuknya tadi, fisik dan nonfisik,” tutup Mif.










