NARASIDEMOKRASI – Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, melakukan audiensi dengan General Manager Pertamina Palembang guna membahas kondisi penyaluran dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Bengkulu.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menegaskan pentingnya memastikan ketersediaan stok BBM agar tetap aman dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun roda perekonomian daerah.
Helmi Hasan mengatakan, salah satu fokus utama dalam audiensi itu adalah memastikan kondisi stok BBM di Bengkulu dalam keadaan aman dan terkendali.
“Pertama, saya ingin mendapatkan informasi bagaimana kondisi stok BBM kita. Tadi GM sudah sampaikan aman, insya Allah aman. Jadi semuanya tidak ada persoalan,” kata Helmi, saat diwawancarai, Kamis (30/04/2026).
Selain memastikan pasokan BBM tetap stabil, Helmi juga meminta agar Pertamina dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap pembangunan daerah, mengingat peran strategis perusahaan tersebut dalam mendukung kebutuhan energi masyarakat.
“Yang kedua, kita juga ingin agar kemudian Pertamina juga berkontribusi terhadap provinsi ini,” ujarnya.
Menurut Helmi, pemerintah juga tengah menyiapkan langkah pengawasan di lapangan, termasuk penjagaan di setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tepat sasaran.
Ia menegaskan, Pertamina telah memiliki formulasi yang tepat dalam menjaga stabilitas distribusi, namun pengawasan tetap perlu diperkuat agar tidak terjadi penyimpangan.
“Ya, tentu mereka sudah punya formulasi yang tepat, termasuk juga nanti kita akan buat penjagaan di setiap pom bensin,” jelasnya.
Tak hanya itu, Helmi juga meminta dilakukan kajian terkait dampak kebijakan work from home (WFH) yang saat ini mulai diterapkan di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu terhadap konsumsi BBM.
Menurutnya, meski saat ini kebijakan WFH baru diterapkan di tingkat pemerintah provinsi, dampaknya terhadap penghematan penggunaan BBM diperkirakan masih kecil.
Namun jika kebijakan serupa diterapkan secara serentak oleh pemerintah kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu, maka efek penghematannya diyakini akan lebih signifikan.
“Ada juga saya minta tolong dilakukan penelitian, di-cross check, ada tidak dampak dari WFH kita nanti? WFH kan baru Pemprov nih, harapan-harapan memang dampaknya masih kecil, tapi kalau Bupati, Wali Kota seluruh provinsi ini sama WFH dengan Provinsi Bengkulu, ini juga salah satu untuk melakukan yang namanya penghematan,” tutup Helmi.










