BENGKULUBAROMETER — Pembahasan rencana pinjaman Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu dengan Bank BJB batal digelar setelah pihak BJB tidak hadir secara langsung dan meminta pembahasan dilakukan melalui Zoom Meeting.
Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Zainal, mengatakan permintaan pembahasan secara virtual tersebut ditolak oleh pimpinan DPRD. Menurutnya, materi yang akan dibahas cukup panjang sehingga tidak efektif jika dilakukan melalui pertemuan daring.
“Memang sesuai dengan undangan Pak Ketua, hari ini ada pembahasan antara Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan pihak Bank BJB. Tetapi dalam perjalanan siang tadi, mereka minta pembahasan melalui Zoom. Nah, pimpinan, Pak Ketua, menolak melalui Zoom,” kata Zainal, senin (21/9/2026).
Zainal menegaskan, DPRD menginginkan pembahasan dilakukan secara langsung agar seluruh persoalan terkait rencana pinjaman dapat dibahas secara lebih mendalam.
“Yang ingin dibahas panjang, tapi kalau melalui Zoom itu terbatas,” tegasnya.
Dengan batalnya pertemuan tersebut, DPRD dan Pemprov Bengkulu akan terlebih dahulu melakukan pembahasan internal pada selasa, (22/9/2026). Hasil rapat internal itu nantinya menjadi dasar untuk menentukan apakah pembahasan bersama BJB akan kembali dilanjutkan.
“Kita sepakat bahwa besok dibahas secara internal antara pihak eksekutif dan pihak legislatif. Kita lihat dulu,” jelas Zainal.
Sikap DPRD tersebut juga tidak terlepas dari pertimbangan kondisi keuangan daerah. Zainal menyoroti kewajiban utang sebelumnya yang belum selesai, sementara rencana pinjaman baru kembali muncul.
“Kita sudah membuka bank baru, utang yang lama belum selesai dibayar, utang baru timbul lagi,” tegasnya.
Ia juga menyebut asumsi pendapatan daerah yang cenderung menurun menjadi salah satu hal yang harus diperhitungkan sebelum mengambil keputusan.
“Ini sangat memberatkan kita. Sebaiknya sekarang itu kita sehatkan dulu keuangan kita yang sudah agak sedikit sehat, baru kita merencanakan yang lebih panjang,” katanya.
Mengenai kapan pihak BJB akan kembali hadir untuk membahas rencana tersebut, Zainal mengatakan hal itu masih menunggu hasil pembahasan internal DPRD bersama eksekutif.
“Kalau memang kita masih punya harapan untuk meminjam, mungkin dilanjutkan. Tapi kalau tidak, ya stop. Kita bahas dulu,” demikian Zainal.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









