NARASIDEMOKRASI – Seleksi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Tahun Anggaran 2026 resmi dimulai di Provinsi Bengkulu. Ribuan peserta tampak memadati kawasan GOR Sawah Lebar Bengkulu untuk mengikuti tahapan seleksi lanjutan, Rabu (20/05/2026).
Sebanyak 1.997 peserta yang sebelumnya dinyatakan lolos tahap Computer Assisted Test (CAT) kini mengikuti tes Mental Ideologi (MI) tertulis dan kesehatan jiwa (Keswa) tertulis. Seleksi ini menjadi pintu awal bagi para peserta yang ingin mengisi posisi strategis sebagai manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Program tersebut merupakan bagian dari agenda pembangunan nasional yang fokus memperkuat desa dan kawasan pesisir melalui pengelolaan ekonomi berbasis masyarakat.
Katim Perselinda Bengkulu SPPI KDKMP dan KNMP TA 2026, Nurwahidin mengatakan Bengkulu dipercaya menjadi salah satu lokasi pelaksanaan seleksi nasional.
“Pada hari ini kita melaksanakan rangkaian seleksi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia untuk mengisi manajer koperasi dan Kampung Nelayan Merah Putih,” kata Nurwahidin.
Ia menjelaskan, seleksi dilakukan secara bertahap dan serentak bersama daerah lain di Indonesia. Hari pertama difokuskan pada tes MI tertulis serta Keswa tertulis sebagai tahapan awal penyaringan peserta.
Menurutnya, proses seleksi ini dirancang untuk mencari sumber daya manusia yang memiliki kapasitas kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta kemampuan membangun sektor ekonomi masyarakat desa dan nelayan.
“Seluruh Indonesia hari ini melaksanakan MI tertulis dan Keswa tertulis secara bersamaan,” ujarnya.
Setelah tahapan tertulis selesai, peserta akan mengikuti tes wawancara mental ideologi dan pemeriksaan kesehatan umum mulai 21 hingga 31 Mei 2026.
Wawancara MI dijadwalkan berlangsung di Gedung BPMB Provinsi Bengkulu. Sementara pemeriksaan kesehatan dilaksanakan di Rumah Sakit Tingkat IV DKT Bengkulu.
Panitia menargetkan sekitar 400 peserta mengikuti tahapan seleksi setiap hari. Sebanyak 200 peserta dijadwalkan menjalani wawancara mental ideologi dan 200 lainnya mengikuti pemeriksaan kesehatan.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius










