Koalisi Kawal Merah Putih Soroti Integritas Walikota Tangsel Benyamin Davnie Di tengah Polemik Laporan Keuangan Pemkot, WTP, Korupsi Sampah, dan Isu LHKPN

- Jurnalis

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 12:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Koalisi Kawal Merah Putih (KKMP) menyoroti sejumlah polemik Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie (foto: dok istimewa)

Koalisi Kawal Merah Putih (KKMP) menyoroti sejumlah polemik Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie (foto: dok istimewa)

Tangerang Selatan – Koalisi Kawal Merah Putih (KKMP) menyoroti sejumlah polemik Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie dari mulai Laporan Keuangan Pemkot Tangsel, predikat WTP, dugaan korupsi sampah yang merugikan Negara hingga 21 Miliar hingga isu LHKPN Walikota Tangsel Benyamin Davnie yang dinilai janggal.

“WTP ke-13 kali berturut-turut (Mei 2025) dianggap prestasi besar Kota Tangsel di bawah Wali Kota Benyamin Davnie. Namun kini sejumlah polemik publik muncul terkait dugaan sejumlah kejanggalan dalam kasus korupsi sampah dan laporan keuangan Pemkot Tangsel 2024 yang dinilai tidak mencerminkan prioritas kepentingan masyarakat dan bertentangan dengan Instruksi Presiden Prabowo agar seluruh Pejabat dari Pusat dan Daerah menerapkan efisiensi anggaran dan mendahulukan kepentingan rakyat. Pola penggunaan anggaran daerah seperti yang tercantum dalam Laporan Keuangan Pemkot Tangsel merupakan cermin pemborosan anggaran oleh Pejabat Daerah. KKMP meminta Mendagri dan KPK segera membentuk tim investigasi independen untuk mengaudit secara transparan penggunaan anggaran daerah Pemkot Tangsel. Selain itu, publik bisa melihat kontradiksi → “Bagaimana bisa WTP 13 kali tapi uang sampah dikorupsi miliaran?”
Isu ini memicu keraguan atas kredibilitas BPK, Pemkot, dan kepemimpinan Benyamin. Isu LHKPN Benyamin Davnie juga muncul di ruang publik (belum ada temuan resmi KPK), menimbulkan pertanyaan soal integritas Pejabat. KKMP juga mendesak KPK untuk memeriksa Walikota Tangsel Benyamin Davnie atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan sejumlah polemik yang muncul ditengah publik,” tegas Joko Priyoski Presidium KKMP.

Baca Juga :  Ketua DPD RI Pastikan Rapat Lintas Kementerian Digelar di Jakarta Untuk percepat Infrastruktur Rejang Lebong dan Kepahiang

*Empat Isu Walkot Tangsel Saling Silang dan Berpotensi Membentuk Krisis Kepercayaan Publik*

Ramadhan Isa mantan Aktivis UIN Jakarta mengatakan, “munculnya polemik dan empat isu Walikota Tangsel Benyamin Davnie dikhawatirkan memunculkan krisis kepercayaan publik terhadap Pejabat Daerah jika tidak segera di evaluasi secara total. WTP ke 13 kali berturut-turut berkontradiksi dengan kasus korupsi sampah di Tangsel, Laporan Keuangan Pemkot Tangsel yang dinilai sarat pemborosan, Isu LHKPN yang diduga manipulatif, menimbulkan krisis kepercayaan masyarakat. Warga merasa uang mereka dikorupsi, sementara Pemkot sibuk dengan prestasi administratif. Erosi legitimasi kepemimpinan Benyamin dipersepsikan gagal mengawasi bawahan, akhirnya muncul potensi labeling negatif= “WTP kertas, tapi realita korupsi”, kritik Dhani sapaan akrabnya yang juga Presidium KKMP.

*Disonansi Simbolik: WTP vs Korupsi*

Fakta korupsi sampah di Tangsel disaat Pemkot Tangsel mendapat WTP ke 13 kali berturut-turut akan terus mendapat sorotan tajam dari KKMP karena dinilai sangat janggal. WTP seharusnya merupakan simbol administrasi akuntabel, namun korupsi sampah adalah fakta kerugian nyata di sektor vital. Publik bisa melihat kontradiksi atas hal tersebut dua hal tersebut. Dalam kasus korupsi sampah di Tangsel menyebabkan kerugian Negara Rp 21,68 miliar dari nilai kontrak Rp 75,9 miliar (2024) dengan modus dugaan rekayasa kerja sama dengan perusahaan yang tidak kompeten. Dampak dari kasus korupsi sampah di Tangsel tidak hanya merugikan keuangan Negara, namun juga menurunnya layanan sampah yang dirasakan warga.

Baca Juga :  Sultan Bergerak Cepat, DPD RI Kawal Pemulihan Harga Sawit hingga Kembali Normal

“KKMP mendesak penegakkan hukum secara adil dan transparan. Usut tuntas kasus korupsi sampah di Tangsel jangan berhenti sampai di level ASN dan Kepala Dinas, KKMP mendukung KPK untuk mengembangkan penyidikan termasuk memeriksa oknum-oknum Pejabat lainnya di Tangsel yang diduga terlibat dalam kasus korupsi sampah. Fiat Justitia Ruat Caelum, Hendaklah Keadilan Ditegakkan Sekalipun Langit Akan Runtuh,” pungkas Jojo sapaan akrab Joko Priyoski yang juga Ketua Umum DPP KAMAKSI (Kaukus Muda Anti Korupsi). (rls)

Berita Terkait

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu
Pelindo Bengkulu Turun Tangan, TB Bunga Raflesia Dikerahkan Bantu Evakuasi KM Prima Sentosa
MK Tak Temukan Bukti Ijazah Luar Negeri Gibran, Namun Permohonan Diskualifikasi Tak Diterima
Jaga Tradisi Intelektual, KAHMI Seluma Didorong Jadi Gudang Gagasan untuk Kemajuan Daerah
Ditantang Live Bahas Anggaran, DPRD Bengkulu: Kami Paling Siap, Tinggal Eksekutif Mau atau Tidak
Sultan Baktiar dan Panglima Kopassus Bahas Jembatan hingga Sumur Bor untuk Bengkulu
Utak-Atik APBD Perubahan 2026 Bengkulu, Kejar Program yang Belum Terpenuhi
Sultan Dorong Penguatan SDM Maritim, KMO University Buka Peluang Kuliah Gratis bagi Anak Muda Indonesia
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:14 WIB

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Pelindo Bengkulu Turun Tangan, TB Bunga Raflesia Dikerahkan Bantu Evakuasi KM Prima Sentosa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:27 WIB

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Luar Negeri Gibran, Namun Permohonan Diskualifikasi Tak Diterima

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:39 WIB

Jaga Tradisi Intelektual, KAHMI Seluma Didorong Jadi Gudang Gagasan untuk Kemajuan Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Ditantang Live Bahas Anggaran, DPRD Bengkulu: Kami Paling Siap, Tinggal Eksekutif Mau atau Tidak

Berita Terbaru

Nasional

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:14 WIB