NARASIDEMOKRASI – Cuaca panas masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Provinsi Bengkulu meski kondisi atmosfer mulai bergerak memasuki masa peralihan menuju musim hujan. Suhu udara pada siang hari diperkirakan dapat mencapai 33 derajat Celsius.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Fatmawati Bengkulu memprakirakan musim hujan mulai memasuki wilayah Bengkulu pada pertengahan Oktober 2026.
Prakirawan BMKG Fatmawati Bengkulu, Anre Alfando, mengatakan kondisi cuaca saat ini sudah menunjukkan tanda-tanda peralihan musim. Namun, masyarakat masih akan merasakan suhu cukup panas, terutama ketika siang hari.
“Untuk musim hujannya akan masuk di bulan Oktober, Oktober pertengahan seperti itu,” kata Anre, Senin (5/10/2026).
Menurut Anre, suhu udara di Bengkulu saat ini diperkirakan dapat menyentuh sekitar 33 derajat Celsius. Kondisi tersebut membuat udara panas masih terasa meskipun peluang hujan mulai meningkat.
“Suhu kira-kira mencapai 33 derajat,” ujarnya.
Selain suhu yang cukup tinggi, kecepatan angin di wilayah Bengkulu saat ini masih dalam kategori sedang. Kecepatan angin diperkirakan dapat mencapai 15 knot.
Di tengah cuaca panas yang masih terjadi, BMKG juga memprakirakan hujan dengan intensitas sedang masih berpeluang mengguyur sejumlah wilayah Bengkulu selama sepekan ke depan.
Masyarakat di beberapa daerah bahkan diminta meningkatkan kewaspadaan karena terdapat potensi hujan dengan intensitas lebat, khususnya di wilayah Bengkulu bagian utara.
Beberapa daerah yang berpotensi mengalami hujan lebat meliputi Kabupaten Mukomuko, Lebong dan Bengkulu Utara.
Perubahan cuaca dari kondisi panas menuju hujan tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat, terutama ketika melakukan aktivitas di luar rumah.
Tidak hanya kondisi cuaca di daratan, BMKG juga memberikan perhatian terhadap kondisi perairan Bengkulu.
Gelombang laut di perairan Bengkulu bagian utara diprakirakan dapat mencapai ketinggian sekitar 2 meter.
Sementara di wilayah perairan Bengkulu bagian selatan, Perairan Enggano hingga Samudra Hindia Barat Bengkulu, tinggi gelombang diperkirakan dapat mencapai 2,5 meter.
Meski demikian, Anre menjelaskan kondisi gelombang tersebut masih berada dalam kategori sedang.
Masyarakat, khususnya nelayan dan pihak yang beraktivitas di wilayah pesisir maupun perairan, tetap perlu memperhatikan perkembangan kondisi cuaca dan gelombang sebelum melakukan aktivitas.
Memasuki periode peralihan menuju musim hujan, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi.
Informasi prakiraan cuaca terbaru dari BMKG dinilai penting menjadi rujukan masyarakat dalam merencanakan aktivitas sehari-hari.
“Untuk tetap waspada dan tetap memantau info BMKG juga,” ujar Anre.
Hingga saat ini, BMKG menyatakan belum terdapat indikasi potensi bencana hidrometeorologi yang signifikan di wilayah Provinsi Bengkulu.
Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat sebagian wilayah mulai berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









