Keselamatan Kereta Api Harus Dibangun dari Sistem, Bukan Sekadar Wacana

Oleh: Octy Avriani Negara Dosen Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Malahayati

- Jurnalis

Rabu, 29 April 2026 - 22:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NARASIDEMOKRASI- Transportasi kereta api selama ini dikenal sebagai salah satu moda angkutan massal yang efisien, cepat, dan relatif aman. Namun, setiap kali terjadi kecelakaan, publik kembali diingatkan bahwa keselamatan tidak pernah boleh dianggap selesai.

Keselamatan adalah proses yang harus terus dijaga, diperbaiki, dan dievaluasi dari waktu ke waktu.

Dalam beberapa waktu terakhir, perbincangan mengenai kecelakaan kereta api kembali ramai diperbincangkan. Sayangnya, diskusi yang muncul di ruang publik terkadang justru bergeser pada hal-hal simbolis yang tidak menyentuh akar persoalan. Padahal, penyebab kecelakaan transportasi tidak pernah sesederhana posisi penumpang berada di gerbong mana. Persoalan utamanya terletak pada sistem keselamatan yang harus dibangun secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Keselamatan kereta api dimulai dari kualitas sarana dan prasarana. Rel, wesel, persinyalan, rangkaian kereta, sistem pengereman, hingga pusat kendali operasi harus berada dalam kondisi prima. Pemeriksaan rutin dan pemeliharaan berkala wajib dilakukan dengan standar tinggi. Banyak kecelakaan besar di dunia transportasi berawal dari kerusakan kecil yang diabaikan. Karena itu, budaya preventif harus lebih diutamakan daripada tindakan reaktif setelah musibah terjadi.

Baca Juga :  Lewat Voli, Pelaku Wedding Organizer Se-Sumbagsel Perkuat Silaturahmi di Bengkulu

Selain infrastruktur, modernisasi teknologi juga menjadi kebutuhan mutlak. Sistem kontrol otomatis, sensor gangguan jalur, pengereman otomatis, dan pemantauan digital real-time dapat meminimalkan risiko tabrakan maupun kesalahan operasional.

Di era saat ini, keselamatan tidak cukup hanya bergantung pada kewaspadaan manusia. Teknologi harus hadir sebagai lapisan perlindungan tambahan bagi seluruh penumpang.

Sumber daya manusia juga memiliki peranan sentral. Masinis, teknisi, petugas stasiun, hingga pengatur perjalanan kereta harus mendapatkan pelatihan berkala, sertifikasi kompetensi, dan pengawasan jam kerja yang manusiawi. Faktor kelelahan dan tekanan kerja sering kali menjadi penyebab tersembunyi dalam banyak kecelakaan transportasi. Maka, peningkatan kualitas SDM harus berjalan seiring dengan modernisasi alat.

Di luar itu, perhatian serius juga perlu diberikan pada perlintasan sebidang yang masih menjadi titik rawan kecelakaan. Kesadaran masyarakat untuk mematuhi palang pintu, rambu, dan aturan lalu lintas harus terus ditingkatkan. Pemerintah daerah bersama operator kereta perlu mempercepat pembangunan flyover, underpass, atau sistem pengamanan otomatis di kawasan padat kendaraan.

Baca Juga :  Ratusan Gedung Koperasi di Bengkulu Belum Beroperasi, Pemda Upayakan Percepatan

Yang tidak kalah penting adalah transparansi evaluasi setiap kali terjadi insiden. Investigasi kecelakaan harus dilakukan secara profesional dan independen. Hasilnya perlu disampaikan kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas, sekaligus menjadi dasar perbaikan kebijakan ke depan. Keselamatan tidak boleh berhenti pada belasungkawa, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Pada akhirnya, seluruh penumpang memiliki hak yang sama atas rasa aman dalam perjalanan. Solusi keselamatan bukan membedakan siapa berada di depan, tengah, atau belakang, melainkan memastikan seluruh rangkaian perjalanan berjalan dengan standar keamanan tertinggi. Inilah arah kebijakan transportasi modern yang seharusnya kita dorong bersama.

Kereta api akan tetap menjadi pilihan utama masyarakat apabila dikelola dengan profesional, disiplin, dan berorientasi pada keselamatan. Karena dalam dunia transportasi, satu nyawa yang hilang akibat kelalaian adalah terlalu mahal untuk dibayar dengan sekadar wacana.

Berita Terkait

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu
Pelindo Bengkulu Turun Tangan, TB Bunga Raflesia Dikerahkan Bantu Evakuasi KM Prima Sentosa
Komitmen Polri dalam Penegakan Hukum Tentang Karhutla
MK Tak Temukan Bukti Ijazah Luar Negeri Gibran, Namun Permohonan Diskualifikasi Tak Diterima
Jaga Tradisi Intelektual, KAHMI Seluma Didorong Jadi Gudang Gagasan untuk Kemajuan Daerah
Ditantang Live Bahas Anggaran, DPRD Bengkulu: Kami Paling Siap, Tinggal Eksekutif Mau atau Tidak
Sultan Baktiar dan Panglima Kopassus Bahas Jembatan hingga Sumur Bor untuk Bengkulu
Ruang Literasi, Bung Willy Dan Gen Z Yang Menolak Dungu
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:14 WIB

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Pelindo Bengkulu Turun Tangan, TB Bunga Raflesia Dikerahkan Bantu Evakuasi KM Prima Sentosa

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Komitmen Polri dalam Penegakan Hukum Tentang Karhutla

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:27 WIB

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Luar Negeri Gibran, Namun Permohonan Diskualifikasi Tak Diterima

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:39 WIB

Jaga Tradisi Intelektual, KAHMI Seluma Didorong Jadi Gudang Gagasan untuk Kemajuan Daerah

Berita Terbaru

Nasional

 Keluarga ASN yang Harmonis Jadi Perhatian DWP Bengkulu

Selasa, 27 Okt 2026 - 15:14 WIB