NARASIDEMOKRASI – Program Karya Bakti Skala Besar yang disiapkan TNI di Bengkulu tidak hanya berfokus pada pembangunan jembatan. Sedikitnya 122 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga masuk dalam rencana rehabilitasi untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Komandan Korem 041/Garuda Emas Bengkulu, Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, mengatakan program tersebut akan dilaksanakan secara masif sebagai tindak lanjut petunjuk Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).
Program itu sekaligus digabungkan dengan kelanjutan pembangunan Jembatan Merah Putih yang telah memasuki gelombang ketujuh.
“Khusus jembatan saja ada sekitar 62. Kemudian rehab rumah tidak layak huni juga sudah ada sekitar 122,” kata Jatmiko, Selasa (6/10/2026).
Jumlah tersebut menunjukkan cakupan Karya Bakti Skala Besar tidak hanya diarahkan untuk membangun infrastruktur penghubung, tetapi juga menyentuh langsung kondisi tempat tinggal masyarakat.
Korem 041/Garuda Emas menargetkan pelaksanaan rehabilitasi RTLH dan beberapa kegiatan lainnya dapat mulai bergerak pada akhir Oktober atau awal November 2026.
“Di akhir Oktober atau di awal November insya Allah sudah kita mulai,” ujar Jatmiko.
Selain 122 RTLH, program juga mencakup pembangunan sumur bor untuk mendukung kebutuhan air masyarakat.
Fasilitas pendidikan dan kesehatan turut menjadi sasaran. Korem 041/Garuda Emas mulai melakukan pendataan terhadap sekolah-sekolah yang dinilai membutuhkan perbaikan.
Pendataan dilakukan terhadap fasilitas pendidikan mulai tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP).
Tak hanya sekolah, fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas juga masuk dalam pendataan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
Sementara itu, pembangunan Jembatan Merah Putih yang sebelumnya telah berjalan akan dilanjutkan dalam skala lebih besar. Pada gelombang ketujuh, sekitar 62 jembatan disiapkan untuk dibangun kembali.
Menurut Jatmiko, program gelombang sebelumnya telah menunjukkan perkembangan cukup tinggi. Pekerjaan pada gelombang 3 hingga 6 disebut telah mencapai progres sekitar 70 hingga 80 persen, bahkan sejumlah pekerjaan telah selesai.
“Untuk gelombang 3, 4, 5, 6 sudah selesai. Kemudian gelombang 7 nanti akan dilaksanakan dan sudah digabung dengan program karya bakti skala besar,” jelasnya.
Pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar tidak terbatas di Bengkulu. Program juga direncanakan berjalan di Lampung sebagai bagian dari wilayah Kodam II/Sriwijaya.
Rencana itu telah disampaikan kepada Pangdam II/Sriwijaya. Jatmiko menyebut dukungan telah diberikan agar kegiatan dapat dilaksanakan di dua wilayah tersebut.
“Bapak Pangdam sangat mendukung bahwa tidak hanya di Bengkulu, tapi di Lampung juga dilaksanakan,” katanya.
Dalam menjalankan program di Bengkulu, Korem 041/Garuda Emas juga memperoleh dukungan dari sejumlah pejabat yang memiliki keterkaitan dengan daerah tersebut. Jatmiko menyebut Dankopassus, Menteri Desa, Ketua DPD RI dan sejumlah pejabat lainnya.
Dengan cakupan program yang semakin luas, Karya Bakti Skala Besar diarahkan untuk menangani sejumlah kebutuhan masyarakat secara bersamaan.
Selain pembangunan 62 jembatan, rehabilitasi 122 RTLH menjadi salah satu program yang disiapkan. Perbaikan sekolah, puskesmas hingga pembangunan sumur bor turut menjadi bagian dari agenda tersebut.
Penulis : Handi Pratama
Editor : Windi Junius









